Scroll untuk baca artikel
Budaya

Polsek Labuapi Amankan Tradisi Adat Nyongkolan Labuapi, Lombok Barat

1473
×

Polsek Labuapi Amankan Tradisi Adat Nyongkolan Labuapi, Lombok Barat

Sebarkan artikel ini
Polsek Labuapi Amankan Tradisi Adat Nyongkolan Labuapi, Lombok Barat

Lombok Barat, NTB – Personil Polsek Labuapi, Polres Lombok Barat, Polda NTB, melaksanakan monitoring dan pengamanan kegiatan tradisi adat nyongkolan di wilayah hukum Polsek Labuapi, Sabtu (18/11/2023).

Tradisi adat nyongkolan merupakan tradisi masyarakat Sasak di Lombok yang dilaksanakan untuk menyambut kedatangan keluarga yang akan melangsungkan pernikahan.

Tradisi ini biasanya dilakukan dengan berjalan kaki sambil membawa berbagai macam barang bawaan, seperti beras, sayuran, dan buah-buahan.

Dalam kegiatan pengamanan tersebut, personel Polsek Labuapi turut serta berjalan bersama rombongan nyongkolan untuk memastikan keamanan dan kelancaran jalannya kegiatan. Personel juga memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan keselamatan selama mengikuti kegiatan.

Kapolsek Labuapi, Iptu Muhammad Baejuli, SH., mengatakan bahwa kegiatan monitoring dan pengamanan ini dilaksanakan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang melaksanakan tradisi adat nyongkolan.

“Kegiatan ini juga untuk mengantisipasi terjadinya gangguan kamtibmas,” kata Iptu Muhammad Baejuli.

Iptu Muhammad Baejuli menambahkan bahwa pihaknya akan terus memberikan pengamanan terhadap kegiatan-kegiatan masyarakat yang bersifat tradisional, agar berjalan dengan aman dan lancar.

Tradisi adat nyongkolan adalah tradisi masyarakat Sasak di Lombok yang dilaksanakan untuk menyambut kedatangan keluarga yang akan melangsungkan pernikahan.

Tradisi ini biasanya dilakukan dengan berjalan kaki sambil membawa berbagai macam barang bawaan, seperti beras, sayuran, dan buah-buahan.

Tradisi adat nyongkolan memiliki makna sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kelancaran pernikahan.

Juga merupakan bentuk penghormatan kepada keluarga mempelai laki-laki. Kegiatan nyongkolan biasanya dilaksanakan pada sore hari atau malam hari.

Rombongan nyongkolan akan berjalan kaki dari rumah mempelai perempuan menuju ke rumah mempelai laki-laki. Rombongan ini biasanya terdiri dari keluarga dan kerabat dekat mempelai perempuan.

Selama perjalanan, rombongan nyongkolan akan diiringi oleh musik tradisional Sasak, yaitu musik kecimol. Musik ini biasanya dimainkan oleh beberapa orang laki-laki yang menggunakan alat musik tradisional, seperti gong, gendang, dan seruling.

Saat rombongan nyongkolan tiba di rumah mempelai laki-laki, mereka akan disambut oleh keluarga mempelai laki-laki. Keluarga mempelai laki-laki akan memberikan sambutan dan juga hidangan kepada rombongan nyongkolan.

Tradisi adat nyongkolan merupakan salah satu tradisi yang masih dilestarikan oleh masyarakat Sasak di Lombok. Tradisi ini merupakan bagian dari kekayaan budaya dan tradisi masyarakat Sasak yang harus dijaga dan dilestarikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *