Scroll untuk baca artikel
Keamanan

Patroli Dialogis Polsek Sekotong untuk Cegah Gangguan Kamtibmas di Masa Pemilu

6031
×

Patroli Dialogis Polsek Sekotong untuk Cegah Gangguan Kamtibmas di Masa Pemilu

Sebarkan artikel ini
Patroli Dialogis Polsek Sekotong untuk Cegah Gangguan Kamtibmas di Masa Pemilu

Lombok Barat, NTB – Polsek Sekotong, Polres Lombok Barat, Polda NTB, telah menggelar patroli dialogis di wilayah hukumnya dalam rangka Operasi Mantap Brata 2023-2024.

Patroli tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas, terutama selama tahapan penyelenggaraan pemilu serentak tahun 2024.

Kapolsek Sekotong, Iptu I Ketut Suriarta, SH., M.I.Kom., mengatakan, kali ini meyambangi kantor Desa Cendimanik, Dusun Sayong Dasan Baru, Desa Cendimanik, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Jumat (29/12/2023).

Dalam patroli tersebut, Kapolsek Sekotong memberikan himbauan kepada masyarakat terkait pemilu. Beliau menyampaikan bahwa patroli dialogis merupakan salah satu upaya konkret kepolisian untuk menjaga situasi keamanan selama masa kampanye pemilu 2024.

“Kami ingin melibatkan masyarakat secara aktif dan memberikan pemahaman terkait norma-norma keamanan dan tata tertib selama proses kampanye,” ujar Kapolsek Sekotong.

Kapolsek Sekotong juga berharap agar masyarakat tidak fanatik terhadap calon tertentu, memahami pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban selama pemilu,. Serta berpartisipasi aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman.

“Kami sangat mengharapkan partisipasi masyarakat dengan tanggung jawab penuh dalam menjaga suasana yang kondusif, sehingga pemilu dapat berlangsung dengan damai dan demokratis,” tutup Kapolsek Sekotong.

Kegiatan patroli dialogis berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Masyarakat menyambut baik kegiatan ini dan menyatakan kesiapannya untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama masa pemilu berlangsung.

Patroli dialogis merupakan salah satu bentuk kegiatan kepolisian yang bertujuan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pada masa pemilu, masyarakat diharapkan untuk tidak terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban. Seperti tindakan kekerasan, provokasi, dan penyebaran berita bohong.

Masyarakat juga diharapkan untuk berpartisipasi aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif, sehingga pemilu dapat berlangsung dengan damai dan demokratis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *