Scroll untuk baca artikel
Berita

Kecelakaan Cidomo di Senggigi, Dua Pengemudi Luka-Luka

43
×

Kecelakaan Cidomo di Senggigi, Dua Pengemudi Luka-Luka

Sebarkan artikel ini
Kecelakaan Lalu Lintas di Senggigi Libatkan Cidomo

Batulayar, Lombok Barat – Kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) melibatkan cidomo terjadi di Jalan Raya Senggigi, tepatnya di depan Pom Bensin Meninting, Desa Melinting, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, pada Senin (22/4/2024) pagi. Laka lantas ini melibatkan sebuah Suzuki Carry pick up dan cidomo.

Menurut keterangan Kapolsek Batulayar, Kompol I Putu Kardhianto, S.H., M.H., peristiwa ini terjadi sekitar pukul 09.05 WITA. Pengemudi Suzuki Carry, berinisial MS (67 tahun), melaju dari arah selatan ke utara (Ampenan – Senggigi). Sedangkan pengemudi cidomo, berinisial BA (60 tahun), datang dari arah berlawanan (Senggigi – Ampenan).

“Diduga sopir Carry kehilangan konsentrasi dan melambung ke kanan, mengambil jalur cidomo,” ujar Kompol Kardhianto. Akibatnya, Suzuki Carry menabrak badan cidomo.

Kejadian ini mengakibatkan kedua pengemudi mengalami luka-luka. MS mengalami lecet pada wajah dan benjol pada dahi kanan, dan mendapat perawatan di Puskesmas Meninting. Sedangkan BA mengalami luka robek di dahi kiri, keseleo di punggung dan betis kanan, dan juga mendapat perawatan di Puskesmas Meninting.

Petugas Unit Lantas Polsek Batulayar segera mendatangi TKP setelah menerima laporan. Mereka melakukan cek korban dan kendaraan, membuat laporan, dan melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan.

Penanganan laka lantas ini menyelesaikannya secara kekeluargaan. “Kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan,” jelas Kompol Kardhianto.

Kompol Kardhianto mengimbau kepada para pengguna jalan agar selalu berhati-hati saat berkendara. “Pastikan kondisi tubuh fit dan tidak mengantuk saat mengemudi. Patuhi aturan lalu lintas dan selalu utamakan keselamatan,” pesannya.

Tentang Cidomo

Cidomo, singkatan dari cikar, dokar, dan mobil, merupakan alat transportasi tradisional khas Lombok yang populer di kalangan masyarakat. Mirip dengan delman atau andong di Jawa, cidomo adalah kereta beroda dua yang ditarik oleh seekor kuda.

Berikut beberapa ciri khasnya, menggunakan roda mobil bekas, bukan roda kayu seperti delman pada umumnya. Ukurannya lebih kecil jika membandingkannya dengan delman.

Cidomo biasanya berhias ornamen warna-warni, seperti kain tenun dan lampu.

Awalnya berfungsi sebagai alat transportasi sehari-hari untuk mengangkut barang dan penumpang. Kini, lebih banyak difungsikan sebagai objek wisata, terutama untuk mengantarkan wisatawan berkeliling kota atau mengunjungi tempat wisata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *