Scroll untuk baca artikel
BeritaBinkam

Polres Lombok Barat Gencarkan Patroli dan Penyidikan Cegah Kejahatan Siber dan Tindak Pidana Lainnya Jelang Pemilu 2024

×

Polres Lombok Barat Gencarkan Patroli dan Penyidikan Cegah Kejahatan Siber dan Tindak Pidana Lainnya Jelang Pemilu 2024

Sebarkan artikel ini
Polres Lombok Barat Patroli Siber Cegah Hoax dan Peretasan Jelang Pemilu 2024. Image by Freepik
Polres Lombok Barat Patroli Siber Cegah Hoax dan Peretasan Jelang Pemilu 2024. Image by Freepik

Lombok Barat, NTB – Polres Lombok Barat, Polda NTB, terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam rangka pengamanan Pemilu 2024. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggencarkan patroli dan penyidikan untuk mencegah terjadinya kejahatan siber dan tindak pidana lainnya.

Kasat Reskrim Polres Lombok Barat, AKP I Made Dharma Yulia Putra S.T.K.,S.I.K., selaku Kasatgas Gakkum, mengatakan bahwa patroli siber dilakukan untuk memantau isu-isu yang berkembang terkait Pemilu 2024. Patroli siber juga dilakukan untuk mengumpulkan data dan informasi terkait potensi terjadinya kejahatan siber, seperti peretasan, penyebaran hoaks, dan ujaran kebencian.

“Patroli siber ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kejahatan siber yang dapat mengganggu kelancaran pelaksanaan Pemilu 2024,” ujar AKP I Made Dharma Yulia Putra, Kamis (16/11/2023).

Baca Juga :  Persiapan PAM OMB Rinjani 2023-2024 oleh Polres Lombok Barat

Selain patroli siber, Polres Lombok Barat juga melakukan penyidikan terhadap tindak pidana yang terjadi di luar tindak pidana Pemilu. Tindak pidana tersebut adalah tindak pidana yang terjadi sebagai akibat penyelenggaraan Pemilu, seperti kerusuhan, perusakan, dan tindak pidana lainnya.

“Kami akan menindak tegas pelaku tindak pidana yang mengganggu kelancaran pelaksanaan Pemilu 2024,” tegas AKP I Made Dharma Yulia Putra.

AKP I Made Dharma Yulia Putra mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban menjelang Pemilu 2024. Masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak jelas sumbernya, serta untuk tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin mengganggu pelaksanaan Pemilu 2024.