Scroll untuk baca artikel
Berita

Polsek Kuripan Gelar Jumat Curhat, Warga Dusun Pelulan Sampaikan Keluhan

×

Polsek Kuripan Gelar Jumat Curhat, Warga Dusun Pelulan Sampaikan Keluhan

Sebarkan artikel ini
Polsek Kuripan Gelar Jumat Curhat, Warga Dusun Pelulan Sampaikan Keluhan

Lombok Barat, NTB – Polsek Kuripan, Polres Lombok Barat, Polda NTB, menggelar kegiatan Jumat Curhat di Dusun Pelulan, Desa Kuripan Utara, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat, Jumat (17/11/2023). Kegiatan ini diikuti oleh Ps. Kanit Binmas Sektor Kuripan Aiptu Ahral Azmy bersama anggota Polsek Kuripan sebagai perwakilan Kapolsek Ipda Fahrizal Eko Suryanto.

Dalam kegiatan tersebut, Ps. Kanit Binmas menyampaikan bahwa Jumat Curhat merupakan program unggulan Polri di era kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Program ini bertujuan agar kepala satuan wilayah Polri menjemput bola keluhan masyarakat terkait keamanan dan ketertiban masyarakat.

Perwakilan masyarakat Dusun Pelulan menyampaikan keluhannya terkait kegiatan adat nyongkolan. Mereka meminta aparat kepolisian untuk membantu dalam hal pengamanan sekaligus pengaturan arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan. Mereka juga berharap agar kehadiran aparat kepolisian dapat meminimalisir terjadinya keributan yang sering terjadi dilakukan oleh pemuda pada saat kegiatan nyongkolan berlangsung.

Baca Juga :  Operasi Puri Agung 2024 World Water Forum: Polres Lombok Barat Jaga Ketat Pintu Masuk Bali via Senggigi

Ps. Kanit Binmas menanggapi keluhan tersebut dengan menyampaikan bahwa pengamanan kegiatan masyarakat tentu sudah menjadi kewajiban Polri. Terlebih kegiatan adat istiadat nyongkolan yang secara langsung menggunakan jalan umum. Banyak hal yang menjadi ancaman keamanan dalam kegiatan tersebut, diantaranya kemacetan lalu lintas, kecelakaan bahkan perkelahian antar pemuda dari kedua belah pihak pengantin.

Ps. Kanit Binmas juga berharap kerjasama dari aparatus Desa sampai tingkat dusun untuk bersama-sama mengawal apa bila masyarakat melaksanakan adat istiadat nyongkolan. Selain itu, perangkat kewilayahan juga disarankan untuk menyarankan kepada masyarakat yang memiliki hajatan untuk tidak menggunakan alat musik Kecimol pada saat nyongkolan. Hal ini dikarenakan pengalaman keributan yang sering terjadi disebabkan oleh alat musik Kecimol. Oknum masyarakat dan pemuda yang ikut dalam iring-iringan pengantin kebanyakan sudah mengkonsumsi miras agar lebih percaya diri pada saat berjoged namun menimbulkan ketersinggungan sampai mengakibatkan terjadinya perkelahian.