“Petani dapat mengangkut hasil panen lebih cepat, anak-anak kembali memiliki akses yang aman menuju sekolah, sementara masyarakat tidak lagi harus memutar jauh untuk menjalankan aktivitas sehari-hari,” katanya.
Menurutnya, keberadaan jembatan ini juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi desa karena mobilitas barang, jasa, dan masyarakat menjadi semakin lancar.
Pengabdian yang Memberikan Manfaat Nyata
Keberhasilan pembangunan Jembatan Merah Putih memperlihatkan bahwa kehadiran TNI tidak hanya identik dengan tugas menjaga kedaulatan negara, tetapi juga menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
Melalui sinergi Kodim 1606/Mataram dan Zidam IX/Udayana, pembangunan infrastruktur dapat diwujudkan dalam waktu relatif singkat dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
Bagi warga Pengadang Baru, Mahidin, jembatan tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar bangunan fisik.
“Dulu kami hanya berharap suatu hari jembatan ini bisa kembali berdiri. Sekarang harapan itu benar-benar menjadi kenyataan. Setiap orang yang melintasinya akan selalu mengingat bahwa gotong royong mampu mengubah kesulitan menjadi harapan,” ungkapnya.
Jembatan Merah Putih kini menjadi simbol bahwa kebersamaan mampu melampaui berbagai keterbatasan. Di atas bentangan baja dan beton itu, bukan hanya kendaraan yang kembali melintas, tetapi juga harapan masyarakat untuk kehidupan yang lebih baik, lebih aman, dan lebih sejahtera.













