Binkam

Potret Empati Personil Polsek Rasbar: Bantu Dorong Motor Penjual Rujak, Wujud Nyata Polisi untuk Masyarakat

×

Potret Empati Personil Polsek Rasbar: Bantu Dorong Motor Penjual Rujak, Wujud Nyata Polisi untuk Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Kota Bima, NTB (23 April 2025) – Tugas mulia sebagai pelayan masyarakat tak hanya menjadi slogan, namun benar-benar tertanam dalam jiwa dan raga para personel Bhayangkara. Tak hanya fokus pada penegakan hukum, keberadaan polisi juga melekat dalam setiap aspek sosial dan kemanusiaan masyarakat.

Potret nyata dari pengabdian itu kembali terlihat di Kota Bima. Dua personil Polsek Rasanae Barat (Rasbar) Polres Bima Kota, yakni Bhabinkamtibmas Kelurahan Paruga Aipda Firmansyah dan Panit Reskrim Aiptu Husen, menunjukkan kepedulian tinggi saat menolong seorang penjual rujak yang motornya mogok saat melintasi jalur tanjakan Danatraha, Kota Bima.

Tanpa ragu dan dengan tulus, keduanya mendorong motor sang penjual hingga mencapai puncak tanjakan. Aksi kecil namun penuh makna itu mengundang senyum haru dari sang pedagang, yang tak henti mengucapkan terima kasih kepada kedua personil tersebut.

Baca Juga :  Ratusan Personel Polres Bima Kota Menangis di Malam 17-an, Ikuti Self Healing Training and Emotional Cleansing Kota Bima, NTB (17 Agustus 2025) - Ada suasana berbeda di Polres Bima Kota pada momen malam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ratusan personel Polres Bima Kota bersama Bhayangkari larut dalam keharuan hingga meneteskan air mata saat mengikuti kegiatan Self Healing Training and Emotional Cleansing yang digelar di Lapangan Olahraga Tatag Trawang Tungga, Sabtu (16/8/2025) malam. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 20.00 hingga 23.00 Wita tersebut dihadiri lebih dari 600 peserta, terdiri dari personel Polres Bima Kota, Bhayangkari, Pejabat Utama, serta tamu undangan penting, antara lain Wakil Wali Kota Bima, Ketua DPRD Kota Bima, Kepala Rutan, dan sejumlah pejabat daerah lainnya. Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., M.Si. dalam sambutannya menegaskan pentingnya memaknai kemerdekaan tidak hanya secara fisik, tetapi juga pada aspek mental dan spiritual. “Kita sudah merdeka 80 tahun, tapi jika masih ada jiwa yang terkungkung, artinya secara personal belum merdeka. Mengelola hati butuh soft skills agar kita tidak hanya menjaga fisik, tetapi juga kesehatan mental yang bersumber dari kecerdasan hati,” ujar Kapolres. Sebagai bentuk nyata, Kapolres menghadirkan motivator nasional sekaligus peraih rekor MURI, Dr. Ketut Abid Halimi, S.Pd.I., M.Pd., C.Ht., C.Ps., yang juga Direktur Pusat Training dan Motivasi Thanks Institute Indonesia. Dalam materinya, Dr. Ketut memperkenalkan metode senam otak, senam hati, dan hipnoterapi untuk membantu peserta membersihkan emosi negatif (Emotional Cleansing). “Senam otak bertujuan meningkatkan suplai oksigen ke otak agar lebih fokus dan inovatif dalam bekerja. Sementara senam hati memberikan ketenangan dalam menghadapi masalah serta membentuk jiwa yang merdeka dan bahagia,” jelas Dr. Ketut. Suasana menjadi penuh haru ketika sesi puncak Emotional Cleansing berlangsung. Banyak peserta, termasuk personel Polres, Bhayangkari, hingga pejabat yang hadir, tidak kuasa menahan air mata saat merasakan pelepasan beban emosional yang selama ini mereka pendam. Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofyan, yang mengikuti acara hingga selesai, mengaku sangat terkesan dengan kegiatan tersebut. “Terima kasih Pak Kapolres, terima kasih Pak Motivator, ilmunya sangat bermanfaat untuk kami. Saya merasa lebih lega dan bahagia,” ungkapnya dengan penuh haru. Kegiatan Self Healing Training and Emotional Cleansing ini menjadi yang pertama kali digelar di jajaran Polda NTB, sekaligus menandai cara baru Polres Bima Kota memperingati kemerdekaan dengan refleksi batin, pembebasan jiwa, dan penguatan mental personel agar lebih siap menghadapi tantangan tugas ke depan.

Sikap simpatik itu menjadi bukti bahwa polisi selalu hadir untuk masyarakat, bukan hanya sebagai penegak hukum, tapi juga sebagai sahabat dan saudara yang peduli dalam setiap situasi.

Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Rasbar AKP Suratno, saat dimintai tanggapannya menyampaikan apresiasi atas empati dan kepedulian anggotanya. Ia menegaskan bahwa melayani masyarakat sudah menjadi bagian dari tanggung jawab moral dan profesional setiap anggota Polri.

“Tentu jika melihat ada warga yang butuh pertolongan dalam situasi apapun, termasuk kondisi bencana atau masalah sosial kemasyarakatan, Polri harus hadir dan bersinergi untuk melayani bangsa dan negara,” tegasnya.

Aksi sederhana ini kembali mengingatkan kita bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan hanya soal penegakan hukum, tapi juga tentang rasa kemanusiaan yang tulus dan nyata.