Kontribusi Nyata Pekarangan terhadap Ketahanan Pangan dan Ekonomi
Konsep pemanfaatan pekarangan untuk pangan, yang dikenal juga sebagai Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) atau kini disebut Pekarangan Pangan Lestari (P2L), merupakan strategi yang telah terbukti efektif. Secara normatif, optimalisasi lahan pekarangan dapat memberikan setidaknya tiga manfaat utama:
Pemenuhan Gizi Keluarga: Ketersediaan sayuran, buah, dan sumber protein segar langsung dari pekarangan memastikan asupan gizi yang lebih baik dan aman, menjauhkan keluarga dari risiko kekurangan gizi.
Penghematan Ekonomi: Dengan memproduksi sendiri kebutuhan dapur sehari-hari, pengeluaran rumah tangga dapat ditekan secara signifikan. Sisa hasil panen bahkan berpotensi dijual, menambah pendapatan keluarga.
Lingkungan yang Sehat: Kegiatan berkebun di pekarangan turut menciptakan lingkungan yang lebih hijau, sejuk, dan sehat.
Program ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat untuk mencapai kedaulatan pangan yang berkelanjutan. Desa yang mampu memproduksi pangannya sendiri akan lebih tangguh menghadapi potensi krisis atau kenaikan harga komoditas pangan di pasaran.
Ajakan Berkelanjutan dan Sinergi Lintas Sektor
Bhabinkamtibmas Desa Merembu tidak hanya sekadar menghimbau, tetapi juga memberikan contoh praktis dan dorongan moral kepada warga. Melalui kunjungan ini, diharapkan muncul inisiatif kolektif dari masyarakat untuk bersama-sama menggerakkan potensi lahan pekarangan.
Polsek Labuapi berkomitmen untuk terus memantau dan mendukung upaya-upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk program ketahanan pangan, melalui sinergi dengan pemerintah desa, kelompok tani, dan lembaga terkait lainnya. Pemberdayaan masyarakat adalah kunci utama untuk mewujudkan kemandirian dan desa yang mandiri pangan.
Dengan adanya dorongan dari Bhabinkamtibmas, diharapkan Desa Merembu dapat menjadi contoh sukses dalam pemanfaatan pekarangan, menginspirasi desa-desa lain di Lombok Barat dan Nusa Tenggara Barat pada umumnya, untuk bergerak aktif dalam upaya penguatan kemandirian pangan di tingkat keluarga dan desa. Upaya kolaboratif ini menunjukkan bahwa tugas menjaga keamanan dan pembangunan masyarakat dapat berjalan beriringan.













