Lombok Barat, NTB – Guna memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap terjaga, Kepolisian Sektor (Polsek) Sekotong, Polres Lombok Barat, terus meningkatkan intensitas kehadiran personel di lapangan. Melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), aparat kepolisian menyasar berbagai titik rawan untuk mengantisipasi potensi tindak kriminalitas, khususnya kejahatan 3C (Curat, Curas, dan Curanmor).
Pada Senin dini hari, 12 Januari 2026, suasana tenang di Dusun Batu Kumbu, Desa Sekotong Barat, tampak berbeda dengan hadirnya empat personel piket jaga dari Polsek Sekotong. Dipimpin oleh Ka SPKT 2, Aiptu I Made Prama Yuana S., petugas menyisir kawasan pemukiman dan titik berkumpulnya warga guna memberikan rasa aman di tengah istirahat malam masyarakat.
Komitmen Menekan Angka Kriminalitas 3C
Kapolsek Sekotong, Iptu I Ketut Suriarta, SH., M.I.Kom., menegaskan bahwa patroli ini bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan langkah preventif strategis. Menurutnya, kehadiran polisi di jam-jam rawan, seperti pukul 00.15 WITA, sangat efektif untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan yang sering memanfaatkan kelengahan warga di malam hari.
“Kegiatan patroli KRYD ini merupakan komitmen kami dalam memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat. Kami fokus pada pencegahan tindak pidana 3C dan gangguan keamanan lainnya agar wilayah hukum Polsek Sekotong tetap kondusif,” ujar Iptu I Ketut Suriarta saat memberikan keterangan resmi mengenai operasi tersebut.
Ia menambahkan bahwa pola patroli yang diterapkan adalah pola dialogis. Artinya, personel kepolisian tidak hanya berkeliling menggunakan kendaraan dinas, tetapi juga turun langsung menyapa warga yang sedang beraktivitas atau berjaga di pos ronda. Hal ini bertujuan untuk menciptakan kedekatan emosional dan komunikasi dua arah antara Polri dan masyarakat.
Perkuat Sinergi dengan Petugas Ronda Malam
Dalam pelaksanaannya di Dusun Batu Kumbu, personel Polsek Sekotong menemui sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda yang sedang melaksanakan ronda malam. Dialog hangat tercipta di sela-sela pemantauan situasi. Petugas memberikan apresiasi kepada warga yang masih peduli menjaga keamanan lingkungannya secara swadaya.
Aiptu I Made Prama Yuana bersama anggota lainnya memberikan imbauan agar warga tetap waspada terhadap orang asing yang terlihat mencurigakan. Masyarakat diminta tidak ragu untuk segera melapor ke polsek terdekat jika menemukan indikasi gangguan keamanan atau aktivitas yang melanggar hukum.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadi ‘polisi’ bagi dirinya sendiri dan lingkungannya. Peran aktif warga melalui pos kamling sangat membantu tugas kami. Dengan bersinergi, kita bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan secara lebih dini,” ungkap Iptu I Ketut Suriarta mengutip pesan yang disampaikan personelnya di lapangan.













