Sumbawa Barat – Pada hari Jumat, 23 Januari 2026 sekitar pukul 09.00 WITA, telah berlangsung kegiatan Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tahun 1447 Hijriah / 2026 Masehi bertempat di Masjid Besar Nurul Falah, Lingkungan Sebok, Kelurahan Dalam, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Kegiatan tersebut mengusung tema “Membersihkan Hati dan Jiwa Melalui Isra’ Mi’raj.”
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting, antara lain Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, ST., M.Si, Wakil Bupati Sumbawa Barat Hj. Hanipah, S.Pt., MM.Inov, Kapolres Sumbawa Barat AKBP Zulkarnain, S.I.K, Dandim 1628/SB Letkol Inf Rendra Agit Trisnawan, S.Sos., M.Han, serta unsur Forkopimda lainnya. Turut hadir pula para Kepala OPD Pemda Kabupaten Sumbawa Barat, Asisten I, II, dan III Setda KSB, Staf Ahli Bupati, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jamaah Masjid Besar Nurul Falah dengan jumlah sekitar 250 orang.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Sajaratul Yaqin, S.Pd. Acara inti diisi dengan ceramah agama oleh Dr. TGH. Badrun, M.Pd.I selaku Ketua Umum MUI Provinsi NTB. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan bahwa nikmat terbesar bagi seorang hamba adalah kemampuan untuk selalu bersyukur atas segala karunia Allah SWT. Ia mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa mengingat dan mensyukuri nikmat Allah dengan memperbanyak ucapan Alhamdulillah wasyukurillah.
Lebih lanjut disampaikan bahwa peristiwa Isra Mi’raj bukan hanya peristiwa bersejarah, tetapi merupakan perjalanan spiritual Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha, yang sarat dengan hikmah penguatan iman, akhlak, dan refleksi diri, serta menjadi momen diterimanya perintah shalat lima waktu secara langsung dari Allah SWT.
Isra dimaknai sebagai perjalanan horizontal yang melambangkan proses pendewasaan intelektual, sedangkan Mi’raj merupakan perjalanan vertikal sebagai simbol peningkatan spiritual menuju kedekatan tertinggi kepada Allah SWT. Shalat disebut sebagai Mi’rajnya orang beriman, sarana utama mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Penceramah juga mengajak agar peringatan Isra Mi’raj tidak hanya menjadi seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas shalat, dari sekadar kewajiban menjadi kebutuhan jiwa, serta menumbuhkan sikap optimis dalam menghadapi ujian kehidupan demi bersama-sama membangun Kabupaten Sumbawa Barat yang lebih baik.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Sumbawa Barat dalam sambutannya menyampaikan harapan agar hikmah yang disampaikan penceramah dapat menjadi pegangan dalam meningkatkan keimanan dan keislaman. Momentum Isra Mi’raj diharapkan menjadi penyegaran spiritual, khususnya dalam meningkatkan kualitas ibadah, menjaga akhlak mulia, memperkuat ukhuwah, serta meneladani kesabaran Rasulullah SAW dalam menghadapi berbagai ujian.













