Binkam

Bhabinkamtibmas Sekotong Pantau Produktivitas Jagung di Lahan Marginal

×

Bhabinkamtibmas Sekotong Pantau Produktivitas Jagung di Lahan Marginal

Sebarkan artikel ini
Strategi Polsek Sekotong Optimalkan Lahan Tadah Hujan di Lombok Barat

Lombok Barat, NTB – Komitmen untuk mewujudkan kedaulatan pangan nasional terus diperkuat melalui langkah nyata di tingkat akar rumput. Pada Senin (26/1), jajaran Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat melalui personel Bhabinkamtibmas Desa Buwun Mas secara intensif melaksanakan kegiatan sambang dan monitoring produktif. Langkah ini diambil guna mendukung program akselerasi ketahanan pangan nasional dengan mengoptimalkan potensi lahan lokal di wilayah Dusun setempat.

Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan bentuk pendampingan strategis bagi para petani dalam memanfaatkan karakteristik geografis wilayah yang didominasi oleh lahan sawah tadah hujan. Di tengah tantangan cuaca, kolaborasi antara aparat keamanan dan masyarakat tani menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas pasokan pangan di tingkat desa maupun daerah.

Optimalisasi Lahan Marginal Menjadi Produktif

Dalam pantauan di lokasi, area perbukitan di Desa Buwun Mas kini menampakkan pemandangan hijau yang menyejukkan mata. Hamparan tanaman jagung yang tumbuh subur menutupi lereng-lereng bukit, menandakan keberhasilan warga dalam mengelola lahan marginal menjadi area produktif. Bhabinkamtibmas Desa Buwun Mas yang terjun langsung ke lapangan memberikan apresiasi tinggi atas kegigihan para petani yang mampu menyiasati keterbatasan air dengan memilih komoditas musiman yang tepat.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kapolsek Sekotong, Iptu I Ketut Suriarta, SH., M.I.Kom., menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah lahan pertanian bertujuan untuk memastikan bahwa setiap potensi daerah dapat tergarap dengan maksimal demi kesejahteraan bersama.

“Kami hadir untuk memberikan motivasi dan dukungan moril kepada para petani agar terus produktif. Melalui monitoring ini, kami ingin memastikan bahwa program ketahanan pangan pemerintah benar-benar berjalan hingga ke tingkat dusun, terutama dalam pemanfaatan lahan-lahan tadah hujan seperti yang ada di Desa Buwun Mas ini,” ujar Iptu I Ketut Suriarta.

Beliau menambahkan bahwa keberhasilan petani jagung di wilayah perbukitan merupakan bukti bahwa dengan manajemen tanam yang tepat, lahan yang dianggap sulit pun dapat memberikan hasil yang signifikan bagi ekonomi keluarga dan stok pangan daerah.

Mendorong Diversifikasi dan Kemandirian Pangan Keluarga

Selain memantau perkembangan tanaman jagung, petugas di lapangan juga mengedukasi warga mengenai pentingnya diversifikasi pertanian. Masyarakat didorong untuk tidak hanya bergantung pada satu jenis tanaman pokok, tetapi juga mulai memanfaatkan lahan-lahan kosong di sela-sela area utama maupun pekarangan rumah. Sosialisasi berkelanjutan ini diharapkan dapat mengubah pola pikir masyarakat dalam mengelola ketahanan pangan dari lingkup terkecil.

Iptu I Ketut Suriarta menekankan bahwa kemandirian pangan harus dimulai dari rumah tangga. Dengan memanfaatkan lahan sela atau pekarangan untuk tanaman hortikultura, masyarakat akan memiliki jaring pengaman ekonomi yang lebih kuat saat harga pangan di pasar mengalami fluktuasi.

“Kami mengajak warga untuk mulai melakukan diversifikasi dengan menanam tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, dan terong. Jika setiap rumah tangga mampu memenuhi kebutuhan dapurnya sendiri melalui pemanfaatan pekarangan, maka ketahanan pangan di tingkat desa akan terbentuk dengan kokoh dan mandiri,” jelas Kapolsek Sekotong tersebut dalam keterangannya.