Memaparkan bahwa ke depan, fokus utama kepengurusan adalah pada tiga pilar utama: peningkatan kualitas latihan, penguatan kompetisi yang berjenjang, serta peningkatan kapasitas wasit dan pelatih.
H. Muzihir juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk memberikan dukungan penuh.
“Kami optimis prestasi karate NTB akan semakin meningkat dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.
Target Emas dan Harga Diri Tuan Rumah PON 2028
Target besar telah dipancangkan oleh KONI NTB. Wakil Ketua II KONI NTB, Husnanidiaty Nurdin, M.M., mengingatkan bahwa karate bukan sekadar teknik bela diri, melainkan instrumen pembentukan karakter dan disiplin.
Menjelang tahun 2028, di mana NTB akan menjadi tuan rumah bersama NTT dalam ajang PON, karate diharapkan menjadi lumbung medali bagi daerah.
“Kami berharap kepada Bapak Ketua Umum PB FORKI untuk mendatangkan pelatih terbaik untuk bisa mengejar target emas di PON mendatang. Karena kami sebagai tuan rumah PON 2028 tidak semurah hati itu untuk memberikan medali ke kontingen lainnya,” tegas Husnanidiaty.
Pernyataan ini merupakan sinyal bahwa NTB tidak ingin hanya sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga sukses secara prestasi.
Ambisi untuk menyapu bersih medali di rumah sendiri menjadi motivasi utama bagi jajaran pengurus yang baru saja dilantik.
Dukungan PB FORKI dan Sosok Zigi Yuda sebagai Inspirasi
Menanggapi permintaan dan optimisme dari pengurus daerah, Ketua Umum PB FORKI, Marsekal TNI (Purn.) Hadi Tjahjanto, memberikan jaminan dukungan penuh dari pusat.
Mantan Panglima TNI ini melihat bahwa NTB sudah memiliki modal berharga berupa bibit atlet kelas dunia.
Secara khusus menyebut nama Ahmad Zigi Zaresta Yuda, karateka andalan Indonesia asal NTB yang telah mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
“Kami dari PB FORKI mendukung penuh untuk pelaksanaan PON cabor karate 2028 di NTB. Untuk meningkatkan prestasi, NTB punya atlet terbaik atas nama Ahmad Zigi Zaresta Yuda. Itu bisa dijadikan sebagai mentor latihan atlet NTB, sebab banyak atlet potensial yang bisa menjadi ‘Zigi’ berikutnya,” kata Hadi Tjahjanto.
Hadi menambahkan bahwa kehadiran Zigi sebagai role model harus dimanfaatkan oleh Pengprov FORKI NTB untuk memotivasi atlet-atlet muda.
Dengan pola pembinaan yang tepat dan pendampingan dari atlet senior berpengalaman, PB FORKI yakin NTB akan melahirkan lebih banyak karateka tangguh yang mampu berbicara banyak di level dunia.
Acara pelantikan ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan ramah tamah, menandai dimulainya era baru kepemimpinan FORKI NTB yang diharapkan mampu membawa perubahan signifikan bagi kejayaan olahraga karate di Indonesia.












