Menjaga Kondusivitas Kamtibmas di Sektor Pertanian
Selain memantau perkembangan sektor pertanian mikro, kehadiran Polri di desa juga bertujuan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif. Keamanan yang terjamin merupakan syarat mutlak agar produktivitas warga dalam mengelola lahan tidak terganggu oleh faktor-faktor eksternal yang merugikan.
Iptu I Nyoman Rudi Santosa menekankan bahwa sinergi antara aparat dan masyarakat lokal merupakan fondasi utama keberhasilan program pemerintah ini. Menurutnya, Bhabinkamtibmas akan terus melakukan monitoring secara berkala untuk memastikan program ini berkelanjutan dan tidak hanya menjadi gerakan sesaat.
“Peran Polri di sini adalah sebagai motivator sekaligus penggerak. Kami ingin warga merasa didampingi sehingga semangat untuk bertani di lahan sendiri tetap terjaga hingga masa panen tiba. Jika ketahanan pangan di tingkat keluarga sudah kuat, maka ketahanan pangan nasional secara otomatis akan ikut kokoh,” tambahnya.
Menuju Kedaulatan Pangan dari Tingkat Desa
Giat kunjungan yang berlangsung aman dan tertib ini diharapkan menjadi pilot project atau percontohan bagi desa-desa lain di wilayah Kecamatan Labuapi maupun Kabupaten Lombok Barat secara luas. Keberhasilan Desa Terong Tawah dalam merespons instruksi Presiden Prabowo Subianto membuktikan bahwa keterbatasan lahan bukanlah penghalang untuk berinovasi.
Kedaulatan pangan bangsa memang diawali dari langkah-langkah kecil di tingkat desa. Dengan pemanfaatan pekarangan yang optimal, masyarakat tidak hanya berperan sebagai konsumen, tetapi juga sebagai produsen yang mampu memenuhi kebutuhannya sendiri secara mandiri dan berkelanjutan. Sinergitas yang harmonis antara warga, pemerintah desa, dan Kepolisian Sektor Labuapi menjadi modal utama dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri secara pangan di tahun 2026 ini.












