Sebagai bagian dari penguatan karakter, Polres Lombok Utara juga secara konsisten melaksanakan pembinaan rohani dan mental (Binrohtal) setiap Kamis.
Menurut Agus, kegiatan tersebut bukan sekadar rutinitas, melainkan ruang refleksi moral dan spiritual agar seluruh personel tetap berada pada koridor pengabdian yang benar.
Ia meyakini internalisasi Tri Brata, Catur Prasetya, filosofi Handarbeni, Tepo Seliro, serta penguatan spiritual melalui Binrohtal merupakan formula strategis dalam membentuk sumber daya manusia Polri yang profesional sekaligus humanis.
Langkah pembinaan yang dibangun di Polres Lombok Utara menunjukkan bahwa reformasi kepolisian tidak cukup hanya melalui modernisasi sistem dan peningkatan kemampuan teknis.
Lebih dari itu, reformasi sejati harus dimulai dari pembentukan karakter.
Sebab pada akhirnya, masyarakat tidak membutuhkan polisi yang hanya hadir dengan seragam dan kewenangan, tetapi polisi yang kehadirannya mampu menghadirkan rasa aman, keteladanan, dan manfaat nyata di tengah kehidupan sosial.












