“Kami mencatat pergerakan yang konsisten. Dari data yang ada, total armada yang telah menyeberang mencapai 750 unit kendaraan. Intensitas ini menunjukkan bahwa mekanisme pengiriman ternak dari Pulau Lombok ke Jawa Timur melalui Pelabuhan Lembar tetap menjadi prioritas logistik yang berjalan efektif,” jelas Iptu Imran.
Operasional Kapal Penyeberangan
Beberapa armada kapal menjadi tulang punggung dalam proses pengosongan antrean ini, di antaranya KM. Mutiara Ferindo II, KM. Mutiara Barat, dan KM. Mutiara Sentosa III. Pola pemuatan dilakukan hampir setiap hari untuk memastikan tidak ada penumpukan ternak yang terlalu lama di area pelabuhan, yang juga berkaitan dengan aspek kesejahteraan hewan (animal welfare).
Pada awal Mei, tepatnya tanggal 1 Mei, KM. Mutiara Barat mengangkut 8 unit truk, diikuti oleh KM. Mutiara Sentosa III pada tanggal 2 Mei sebanyak 3 unit. Terakhir, pada monitoring hari ini, 4 Mei 2026, kapal yang sama kembali mengangkut 1 unit truk pengangkut sapi.
Komitmen Keamanan dan Pelayanan
Iptu Imran menegaskan bahwa Polri akan terus mengawal proses distribusi ini agar tidak terjadi hambatan yang berarti di masa mendatang. Pengawasan tidak hanya fokus pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga pada dokumen-dokumen persyaratan pengiriman ternak untuk memastikan seluruh prosedur karantina dan kesehatan hewan telah terpenuhi.
“Kami tetap siaga melakukan monitoring perkembangan situasi secara berkala. Fokus kami adalah memastikan pelayanan di pelabuhan tetap optimal, keamanan terjaga, dan arus logistik nasional, khususnya pengiriman ternak sapi, tidak mengalami kendala teknis maupun gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polsek Kawasan Pelabuhan Lembar,” pungkasnya.
Dengan kondisi antrean yang kini telah nihil, diharapkan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya para peternak dan pengusaha transportasi, dapat terus berjalan dengan stabil dan efisien melalui fasilitas pelabuhan yang ada di Lombok Barat.












