Solusi Konkret Melalui Jumat Curhat untuk Pernikahan Dini dan Kejahatan Siber
Dalam sesi dialog, Baiq Fatmawati membawa dua isu krusial yang saat ini menjadi perhatian besar para pemuda. Isu pertama menyangkut maraknya fenomena pernikahan dini yang membutuhkan penanganan preventif dari sisi edukasi. Sementara isu kedua berkaitan dengan derasnya arus informasi digital. Mereka membahas cara membentengi generasi muda dari bahaya berita bohong (hoax) serta maraknya akses judi online.
Menanggapi persoalan pernikahan usia anak, Ipda Rusdin menjelaskan bahwa Satbinmas Polres Lombok Barat telah bergerak masif. Mereka sejauh ini rutin melakukan edukasi ke sekolah-sekolah terkait dampak buruk pernikahan dini dari berbagai aspek. Kendati demikian, ia menekankan perlunya keterlibatan tokoh lokal.
“Kami dari Satbinmas Polres Lombok Barat selalu memberikan sosialisasi bahaya dan dampak dari pernikahan dini kepada putra-putri yang ada di sekolah-sekolah. Namun, kami juga memohon kerja sama antara tokoh masyarakat dan tokoh agama yang ada di Desa Bagik Polak. Mari kita sama-sama memberikan edukasi secara konsisten,” jelas Ipda Rusdin.
Terkait ancaman di dunia siber, pihak kepolisian meminta sinergi tiga pilar di tingkat desa untuk lebih aktif. Sinergi ini melibatkan Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan tokoh pemuda untuk mengawasi serta mengedukasi remaja agar menjauhi judi online. Ipda Rusdin memastikan bahwa penegakan hukum di ruang digital terus berjalan. Langkah ini ditempuh melalui koordinasi Korps Bhayangkara bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Tim Siber Polri. Mereka rutin melakukan patroli dan pemblokiran situs ilegal.
“Untuk penyebaran berita hoax, kami memohon kepada masyarakat agar jangan mudah percaya. Jangan gampang terprovokasi terhadap berita yang muncul di media sosial. Biasakan selalu melakukan pengecekan atau check and recheck mengenai kebenaran informasi tersebut sebelum membagikannya,” tambahnya.
Ajakan Menjaga Solidaritas Lingkungan
Menutup rangkaian kegiatan, Kanit Binpolmas Polres Lombok Barat, Aiptu Budi Hari Santoso, memberikan imbauan penutup. Imbauan tersebut bersifat ajakan normatif demi ketenteraman wilayah. Ia meminta para pemuda Desa Bagik Polak untuk tetap solid. Mereka juga diminta tidak ragu memanfaatkan jalur komunikasi yang ada jika menemukan potensi gangguan keamanan maupun bencana alam.
“Laporkan segera ke Polri jika ada gangguan Kamtibmas ataupun bencana alam melalui layanan 110. Anda juga bisa melaporkannya langsung ke Bhabinkamtibmas di Polsek terdekat. Kami berharap rekan-rekan sekalian tetap menjaga kekompakan antar sesama pemuda dan warga Desa Bagik Polak. Hal ini penting demi menjaga kondusifitas wilayah kita bersama,” pungkas Aiptu Budi Hari Santoso melalui forum Jumat Curhat tersebut.













