Strategi Ketahanan Pangan Melalui Pemanfaatan Lahan
Langkah pemanfaatan lahan pekarangan ini diyakini memiliki dampak ganda yang sangat positif bagi masyarakat Dusun Tato Barat. Selain menjadi stimulan bagi terciptanya kemandirian pangan, aktivitas pertanian skala rumahan ini juga dirancang untuk menunjang kebutuhan pokok sehari-hari. Kebutuhan di dalam rumah tangga tersebut kini dapat dipenuhi secara mandiri. Di tengah fluktuasi harga bahan pangan di pasar, memanen sayuran dari halaman sendiri tentu menjadi solusi cerdas untuk menghemat pengeluaran.
AKP I Putu Krisna Varananda juga menekankan bahwa hasil dari budi daya mandiri ini tidak sekadar untuk konsumsi pribadi. Hasil panen tersebut sebenarnya memiliki nilai ekonomis yang tinggi jika dikelola secara konsisten. Jika hasil panen melebihi kebutuhan harian keluarga, warga dapat menjualnya ke pasar lokal atau tetangga sekitar. Dengan demikian, aktivitas ini mampu menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.
Melalui pendekatan humanis yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Sandik, masyarakat merespons positif ajakan tersebut. Dialog interaktif yang tercipta selama kegiatan sambang memperlihatkan antusiasme warga. Mereka mulai sadar akan potensi ekonomi di sekitar tempat tinggal mereka. Pihak Polsek Batulayar berharap gerakan ketahanan pangan berbasis keluarga ini dapat ditiru oleh desa-desa lain di wilayah Lombok Barat. Harapan besarnya adalah terwujudnya swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.













