Mataram, NTB – Komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui peningkatan kapasitas aparat kewilayahan. Sebagai ujung tombak Pembinaan Teritorial (Binter) di desa, para Bintara Pembina Desa (Babinsa) dituntut tidak hanya mampu melakukan pendampingan kepada masyarakat, tetapi juga memahami berbagai inovasi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Atas dasar itu, Komando Distrik Militer (Kodim) 1606/Mataram menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Operasional Sarana dan Prasarana Hasil Teknologi Terapan Sarana Binter Tingkat Kodim TA 2026 di Aula Kodim 1606/Mataram, Jalan Pejanggik Nomor 7, Kota Mataram, Selasa (30/6/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Tim Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad) yang diketuai Brigjen TNI Totok Sulistyono, S.H., M.M., M.I.P., didampingi Mayor Arm Subagiyo dan Peltu Munir. Bimtek dihadiri Komandan Kodim (Dandim) 1606/Mataram Kolonel Inf Nyarman, M.Tr.(Han.)., Kasdim Letkol Arh Huwairy, para Komandan Koramil (Danramil), serta perwakilan Babinsa dari seluruh Koramil jajaran Kodim 1606/Mataram.
Dalam sambutannya, Dandim 1606/Mataram menegaskan bahwa perkembangan teknologi harus menjadi bagian dari kemampuan yang dimiliki setiap Babinsa dalam menjalankan tugas pembinaan teritorial. Menurutnya, tantangan sektor pertanian yang semakin kompleks menuntut aparat kewilayahan untuk terus meningkatkan kompetensi agar mampu memberikan pendampingan yang lebih efektif kepada masyarakat.
“Babinsa harus mampu menjadi jembatan inovasi. Tidak hanya memahami cara mengoperasikan alat, tetapi juga mampu mendampingi masyarakat agar teknologi ini benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan petani,” tegas Kolonel Inf Nyarman, M.Tr.(Han.).
Sementara itu, sambutan Komandan Pusterad yang dibacakan Ketua Tim Bimtek menyampaikan, “perubahan iklim, keterbatasan pupuk, hingga meningkatnya kebutuhan pangan nasional menjadi tantangan yang memerlukan kolaborasi seluruh elemen bangsa. Karena itu, TNI AD terus mengembangkan berbagai teknologi terapan yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan,” tegas Brigjen TNI Totok Sulistyono, S.H., M.M., M.I.P.
Pada kesempatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pemanfaatan Prototipe Mesin Pupuk Cair Bertenaga Surya (MPC-37) sebagai salah satu inovasi teknologi pertanian yang dikembangkan Pusterad. Teknologi tersebut dirancang untuk membantu petani memproduksi pupuk cair alternatif secara lebih efisien dengan memanfaatkan energi terbarukan, sehingga biaya produksi dapat ditekan tanpa mengurangi kualitas hasil pertanian.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan pemaparan teknis mengenai teknologi MPC-37, pengenalan pupuk cair PC-37, sesi diskusi interaktif, hingga praktik langsung pembuatan pupuk cair secara manual yang dipandu Mayor Arm Subagiyo. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan melalui berbagai pertanyaan dan diskusi mengenai peluang penerapan teknologi tersebut di wilayah binaan masing-masing.
Melalui kegiatan ini, Kodim 1606/Mataram berharap seluruh Babinsa mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, khususnya di sektor pertanian. Pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada ruang pelatihan, tetapi diterapkan di desa-desa binaan sehingga inovasi teknologi benar-benar memberikan manfaat bagi petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dengan penguatan kapasitas aparat kewilayahan dan pemanfaatan teknologi tepat guna yang ramah lingkungan, Kodim 1606/Mataram menegaskan komitmennya untuk terus hadir bersama masyarakat dalam mewujudkan pertanian yang lebih mandiri, produktif, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan berkelanjutan sebagai fondasi menuju Indonesia yang semakin tangguh dalam mewujudkan swasembada pangan.













