“Kami mengimbau kepada seluruh warga masyarakat, khususnya para pemilik hewan ternak, untuk tidak lengah pada jam-jam rawan. Selalu lakukan pengecekan secara berkala pada kandang kumpul dan segera laporkan kepada kami jika menemukan hal-hal yang mencurigakan. Sinergitas antara kepolisian dan masyarakat adalah fondasi utama dalam menciptakan situasi wilayah yang kondusif,” ujar Iptu I Ketut Suriarta.
Selain memberikan edukasi mengenai antisipasi tindak pidana pencurian (3C: Curat, Curas, dan Curanmor), petugas di lapangan juga mengingatkan warga untuk mewaspadai perubahan cuaca ekstrem yang kerap terjadi secara tiba-tiba, yang dapat memengaruhi kondisi kesehatan hewan ternak maupun keselamatan warga itu sendiri.
Dampak Positif dan Situasi Kondusif
Kehadiran jajaran Polsek Sekotong di tengah keheningan malam mendapat respons positif dari masyarakat Dusun Bertong. Warga mengaku merasa lebih tenang dan terbantu dengan adanya patroli rutin yang menyentuh kawasan pelosok dan sentra peternakan mereka. Pola pendekatan yang humanis dari petugas membuat warga tidak segan untuk berkomunikasi dan berbagi informasi terkait situasi keamanan di desa mereka.
Hingga berakhirnya kegiatan patroli subuh tersebut, seluruh rangkaian KRYD di wilayah hukum Polsek Sekotong berjalan dengan aman, lancar, dan tertib. Tidak ditemukan adanya aktivitas mencurigakan maupun potensi gangguan Kamtibmas yang menonjol. Melalui konsistensi patroli malam seperti ini, Polsek Sekotong berharap dapat terus mempertahankan situasi ruang publik yang aman dan nyaman bagi seluruh elemen masyarakat di Lombok Barat.











