Hubungan

Risiko Memulai Bisnis dengan Keluarga dan Sahabat, Hati-hati

×

Risiko Memulai Bisnis dengan Keluarga dan Sahabat, Hati-hati

Sebarkan artikel ini
Risiko Memulai Bisnis dengan Keluarga dan Sahabat, Hati-hati
Risiko Memulai Bisnis dengan Keluarga dan Sahabat, Hati-hati. Image by freepik

Akibatnya, ada risiko pembagian tugas yang tidak seimbang, yang bisa mengarah pada ketidakpuasan dan ketegangan.

Misalnya, satu pihak mungkin merasa telah mengerjakan lebih banyak tugas, sementara yang lain merasa tidak mendapatkan tanggung jawab yang seimbang.

Ketika perasaan ini tidak dikomunikasikan dengan baik, rasa ketidakadilan bisa berkembang, yang pada akhirnya akan merusak hubungan pribadi.

4. Masalah Keuangan yang Menjadi Sensitif

Uang sering kali menjadi salah satu sumber utama masalah dalam bisnis. Memulai usaha bersama sahabat atau saudara dapat meningkatkan risiko terjadinya ketegangan terkait masalah keuangan.

Misalnya, ketika terjadi perbedaan pendapat mengenai pembagian keuntungan atau bagaimana uang perusahaan harus digunakan, masalah ini bisa berkembang menjadi konflik yang jauh lebih besar.

Keputusan-keputusan finansial yang melibatkan jumlah uang yang besar sering kali bisa mempengaruhi hubungan pribadi kita.

Dalam hal ini, sahabat atau saudara yang terlibat dalam bisnis bisa merasa dikhianati atau tidak diperlakukan adil, yang pada akhirnya mengarah pada keretakan hubungan.

5. Emosi yang Mengganggu Proses Pengambilan Keputusan

Salah satu tantangan terbesar dalam dunia bisnis adalah pengambilan keputusan yang objektif dan berbasis data. Ketika kita bekerja dengan orang yang sangat dekat dengan kita, emosi bisa sangat memengaruhi cara kita mengambil keputusan.

Sebagai contoh, kita mungkin enggan untuk membuat keputusan yang tegas atau menyarankan perubahan yang diperlukan karena takut menyakiti perasaan sahabat atau saudara kita.

Situasi seperti ini tidak hanya bisa merugikan bisnis, tetapi juga merusak hubungan kita. Dalam dunia bisnis, keputusan yang tegas dan tepat waktu sangat dibutuhkan, dan terkadang keputusan tersebut harus dibuat dengan cepat, tanpa dipengaruhi oleh faktor emosional.

6. Ketergantungan yang Berlebihan pada Hubungan Pribadi

Memulai bisnis dengan sahabat atau saudara dapat membuat kita merasa terlalu nyaman. Ketika terjadi masalah, kita mungkin terlalu bergantung pada hubungan pribadi untuk menyelesaikan masalah tersebut, bukannya mencari solusi yang lebih rasional dan objektif.

Ketergantungan ini bisa membuat kita gagal melihat masalah secara jelas, dan malah memperburuk keadaan.

Sebagai contoh, kita mungkin merasa tidak perlu mencatat setiap transaksi atau membuat laporan keuangan yang terperinci karena kita merasa sudah saling percaya.

Padahal, dalam bisnis, kejelasan administrasi dan akuntabilitas sangat penting. Ketika hubungan pribadi terlalu dominan, profesionalisme bisa terganggu.

7. Penyelesaian Masalah yang Tidak Efektif

Dalam bisnis, masalah pasti akan muncul dari waktu ke waktu. Namun, yang membedakan antara bisnis yang sukses dan yang gagal adalah kemampuan untuk menyelesaikan masalah dengan efektif.