Ketika kita bekerja dengan sahabat atau saudara, sering kali kita merasa terlalu emosional atau enggan untuk menghadapi masalah secara langsung.
Misalnya, jika ada masalah dengan pengelolaan staf atau masalah operasional lainnya, kita mungkin cenderung menghindari pembicaraan tersebut karena khawatir bisa merusak hubungan.
Padahal, penyelesaian masalah yang tertunda justru bisa memperburuk situasi, bahkan merusak fondasi bisnis itu sendiri.
8. Tantangan Ketika Bisnis Gagal
Tidak ada yang bisa memprediksi dengan pasti apakah bisnis akan berhasil atau gagal. Ketika bisnis yang dijalankan bersama sahabat atau saudara gagal, dampaknya bisa jauh lebih besar daripada jika kita menjalankan bisnis sendirian.
Gagalnya bisnis bisa memengaruhi tidak hanya keadaan finansial kita, tetapi juga hubungan pribadi kita dengan orang yang kita ajak berbisnis.
Kegagalan bisnis sering kali membawa beban emosional yang berat, dan jika itu melibatkan orang yang dekat dengan kita, perasaan kecewa dan frustrasi bisa sangat mendalam.
Ketegangan ini bisa memperburuk hubungan dan bahkan menyebabkan perpisahan yang sulit dihindari.
9. Kesulitan dalam Memisahkan Urusan Bisnis dan Personal
Ketika bekerja dengan sahabat atau saudara, sering kali kita kesulitan untuk memisahkan urusan bisnis dan kehidupan pribadi. Misalnya, saat ada permasalahan di kantor, kita mungkin masih membicarakan hal itu ketika bertemu di luar jam kerja. Begitu pula sebaliknya, masalah pribadi bisa terbawa ke dalam diskusi bisnis.
Kondisi ini membuat kita kesulitan untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Ketika ini terjadi terus-menerus, produktivitas bisnis akan terganggu, dan hubungan pribadi juga bisa merosot.
10. Solusi untuk Menghindari Risiko Ini
Jika kamu tetap ingin memulai bisnis bersama sahabat atau saudara, ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk meminimalkan risiko konflik yang merusak hubungan. Pertama, pastikan untuk memiliki pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas sejak awal.
Kedua, buatlah kesepakatan bisnis yang tertulis, yang mencakup hak dan kewajiban masing-masing pihak. Ketiga, selalu komunikasikan masalah dengan jujur dan terbuka, serta buat keputusan bisnis dengan fokus pada objektivitas dan profesionalisme.
Meskipun memulai bisnis bersama sahabat atau saudara bisa terasa menarik dan menguntungkan, kenyataannya bisa menjadi sangat rumit. Potensi konflik, ketidakjelasan tanggung jawab, dan dampak emosional bisa merusak hubungan yang sudah terjalin lama.
Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan dengan matang sebelum memutuskan untuk melibatkan orang yang dekat dalam bisnis kita.