“Di sisi lain, keberadaan KDKMP diharapkan mampu memperkuat tata niaga hasil pertanian masyarakat. Melalui koperasi, hasil panen petani dapat dikelola, dipasarkan, dan didistribusikan secara lebih efektif sehingga memberikan nilai tambah bagi petani sekaligus menciptakan rantai pasok pangan yang lebih kuat, berkelanjutan, dan berpihak kepada kesejahteraan masyarakat desa,” tambahnya penuh harap.
Sertu Muhasim menegaskan, “ketahanan pangan tidak hanya diukur dari luas lahan yang ditanami, tetapi juga dari konsistensi pendampingan serta kolaborasi antara Babinsa, penyuluh pertanian, pemerintah desa, kelompok tani, dan berbagai program strategis pemerintah. Apabila seluruh unsur bergerak bersama, desa akan mampu menjadi fondasi utama dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional,” tegasnya.
Sebagai Petani, Bohari mengaku bersyukur atas pendampingan yang rutin diberikan. “kehadiran Babinsa dan penyuluh pertanian memberikan semangat sekaligus menambah pengetahuan dalam merawat tanaman agar menghasilkan panen yang lebih baik. Kami, berharap hasil panennya kelak tidak hanya meningkatkan kesejahteraan keluarga, tetapi juga dapat berkontribusi memenuhi kebutuhan pangan masyarakat,” tutupnya.
Melalui pendampingan yang berkesinambungan, Babinsa Koramil 1606/Lingsar bersama penyuluh pertanian terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan dari tingkat desa. Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat peran Dapur MBG dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, serta mengoptimalkan fungsi KDKMP sebagai penggerak ekonomi desa menuju Indonesia yang mandiri pangan.













