Scroll untuk baca artikel
Budaya

Polsek Kediri Amankan Tradisi Adat Nyongkolan di Lombok Barat

116
×

Polsek Kediri Amankan Tradisi Adat Nyongkolan di Lombok Barat

Sebarkan artikel ini
Polsek Kediri Amankan Tradisi Adat Nyongkolan di Lombok Barat

Lombok Barat, NTB – Polsek Kediri, Polres Lombok Barat, Polda NTB, telah berhasil mengamankan kegiatan tradisi adat nyongkolan yang berlangsung di Desa Dasan Baru, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat pada Minggu (3/12/2023).

Nyongkolan adalah tradisi adat yang dilakukan oleh masyarakat Lombok untuk mengantarkan pengantin pria menuju kediaman pengantin wanita.

Dalam tradisi ini, rombongan pengantin pria berjalan kaki sambil diiringi musik kecimol.

Kegiatan pengamanan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Kediri, Iptu Dina Rizkiana, S.Tr.K. Upaya pengamanan dilakukan dengan menggunakan sistem buka tutup arus lalu lintas untuk menghindari kemacetan.

“Alhamdulillah, kegiatan pengamanan berjalan dengan lancar dan aman. Tidak ada gangguan kamtibmas maupun kemacetan yang signifikan,” ujar Iptu Dina Rizkiana.

Kegiatan nyongkolan ini diikuti oleh sekitar 150 orang. Rombongan pengantin pria berjalan kaki sejauh kurang lebih 1 kilometer dari Desa Paok Kambut, Kecamatan Labuapi, menuju Dusun Bebae Luar, Desa Dasan Baru, Kecamatan Kediri.

“Kami berharap kegiatan tradisi adat ini tetap terjaga dan dilestarikan oleh masyarakat,” tambah Iptu Dina Rizkiana.

Tradisi adat nyongkolan merupakan salah satu warisan budaya yang penting bagi masyarakat Lombok. Selain sebagai bentuk penghormatan terhadap adat dan tradisi nenek moyang, nyongkolan juga memiliki makna simbolis yang mendalam.

Tradisi ini menggambarkan rasa syukur dan kebahagiaan masyarakat Lombok dalam mengantarkan pengantin pria menuju rumah keluarga pengantin wanita.

Selain itu, nyongkolan juga menjadi momen yang mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan antara keluarga pengantin pria dan pengantin wanita. Dalam proses nyongkolan, kedua belah pihak saling berkolaborasi dan bekerja sama untuk menjalankan tradisi dengan baik.

Hal ini menunjukkan pentingnya kerjasama dan solidaritas dalam kehidupan masyarakat Lombok.

Tradisi nyongkolan juga menjadi daya tarik wisata budaya bagi masyarakat lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke Lombok. Keindahan dan keunikan tradisi ini menarik minat banyak orang untuk melihat dan ikut serta dalam pelaksanaannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *