Dukungan tersebut merupakan wujud nyata partisipasi aktif petani dalam meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas bawang putih sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.
Para petani menilai bahwa program bantuan benih bawang putih dari pemerintah memiliki manfaat yang besar dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi petani di wilayah Sembalun yang dikenal sebagai sentra pengembangan hortikultura. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan petani dapat mengurangi beban biaya produksi sekaligus meningkatkan hasil panen secara optimal.
Selain itu, kelompok tani juga menyampaikan kesiapan mereka untuk mengikuti seluruh mekanisme dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, mulai dari proses perencanaan, penyaluran, hingga pelaksanaan penanaman. Sinergi antara pemerintah, penyuluh pertanian dan kelompok tani dinilai menjadi kunci utama dalam memastikan program berjalan tepat sasaran, efektif dan berkelanjutan.
Ke depan, para petani berharap program bantuan benih bawang putih ini dapat terus dilaksanakan secara konsisten dengan pengawasan dan evaluasi yang baik, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh kelompok tani. Dengan dukungan bersama, program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat di sektor pertanian.
Beberapa waktu yang lalu – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Iqbal melakukan tanam bawang putih bersama petani di kawasan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan ini menegaskan sinergi kuat pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat swasembada bawang putih nasional berbasis kawasan dan kekuatan petani.
“Ini kami sedang tanam bawang putih bersama Pak Gubernur. Insyaallah ini akan mampu berproduksi 20–30 ton per hektare,” ungkap Mentan Amran saat melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, NTB.
Menurut Mentan Amran, percepatan swasembada bawang putih diarahkan melalui program khusus berbasis kawasan dengan target luasan yang terukur. NTB dinilai memiliki potensi strategis sebagai tulang punggung pasokan bawang putih nasional sekaligus pemasok antarprovinsi.
“Kalau mampu 50 ribu hektare, minimal 25 ribu hektare, ini sudah bisa menyuplai provinsi-provinsi lain. Kita hentikan impor dalam 3–4 tahun ke depan, paling lambat 5 tahun,” ujar Mentan Amran
Kegiatan tanam bersama ini menjadi bagian dari pencanangan kawasan strategis bawang putih di NTB, yang memiliki potensi lahan sekitar 7.750 hektare. Kabupaten Lombok Timur tercatat sebagai sentra utama dengan potensi 2.500 hektare.






