Binkam

Sinergi Polri dan Petani Mareje: Distribusi Tonase Jagung ke Bulog Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

×

Sinergi Polri dan Petani Mareje: Distribusi Tonase Jagung ke Bulog Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Sebarkan artikel ini
Sinergi Polri dan Petani Mareje: Distribusi Tonase Jagung ke Bulog Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Standarisasi Kualitas dan Persyaratan Administrasi Bulog

Meskipun akses menuju Bulog telah dibuka lebar bagi para petani, terdapat sejumlah kriteria ketat yang harus dipenuhi agar komoditas jagung dapat diterima. Standarisasi ini diterapkan untuk menjamin daya simpan jagung dalam jangka waktu lama serta menjaga kualitas produk olahan turunannya di masa mendatang.

Bhabinkamtibmas Desa Mareje, AIPDA Ishak, menjelaskan bahwa pihaknya juga memberikan edukasi terkait syarat teknis kepada para petani sebelum proses pengiriman dilakukan. Hal ini penting agar tidak terjadi penolakan saat jagung tiba di gudang tujuan. Beberapa kriteria utama yang wajib dipenuhi adalah jagung harus sudah dalam bentuk pipilan yang bersih dari kotoran atau sisa-sisa penggilingan.

Lebih lanjut, parameter yang paling krusial adalah tingkat kelembapan atau kadar air. Sesuai dengan regulasi yang berlaku, kadar air maksimal yang diperbolehkan adalah 14 persen. Apabila ditemukan kadar air yang melebihi batas tersebut, pihak Bulog secara tegas akan mengembalikan atau menolak muatan tersebut karena berisiko terhadap proses pembusukan selama masa penyimpanan. Selain itu, pengemasan pun harus sesuai standar, di mana jagung wajib dikarungkan dengan berat isi minimal 70,30 kilogram per karung.

Secara administratif, para petani yang ingin menjual hasil panennya ke Bulog juga diwajibkan melakukan pendaftaran resmi. Persyaratan yang harus dibawa meliputi Kartu Tanda Penduduk (KTP), Buku Rekening BRI untuk proses pembayaran nontunai yang transparan, serta Kartu Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) sebagai bukti validitas keanggotaan kelompok tani. Sinergi ini diharapkan dapat berkelanjutan guna meningkatkan kesejahteraan petani di Kecamatan Lembar sekaligus memperkokoh fondasi pangan nasional.