Lombok Barat, NTB – Kawasan wisata Senggigi dan sekitarnya menjadi fokus utama pengamanan kepolisian guna memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap terjaga. Sebagai langkah preventif menghadapi potensi tindak kriminalitas, Polsek Batulayar menggelar Patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) serta patroli dialogis pada dini hari sebagai bentuk pelayanan prima kepada masyarakat di wilayah Lombok Barat.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan, mulai dari tindak pidana 3C (Curas, Curat, dan Curanmor) hingga aksi balap liar yang kerap meresahkan warga maupun wisatawan. Kehadiran personel kepolisian di tengah malam diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi warga yang beristirahat maupun mereka yang masih beraktivitas.
Komitmen Menjaga Keamanan Wilayah Batulayar
Kegiatan patroli yang dilaksanakan pada Selasa, 21 April 2026, dimulai sejak pukul 00.30 WITA hingga selesai. Fokus penyisiran meliputi titik-titik vital dan pemukiman padat penduduk, di antaranya Jalan Raya Senggigi yang menjadi urat nadi pariwisata, kawasan Meninting Regency, hingga Perumahan Ayodya Palace.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Batulayar, AKP I Putu Krisna Varananda, S.T.K., S.I.K., menegaskan bahwa intensitas patroli pada jam-jam rawan merupakan prioritas utama jajarannya. Menurutnya, pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah terjadinya tindak kejahatan.
“Kami mengerahkan Personil Piket SPKT 2 Polsek Batulayar untuk menyisir area-area yang dianggap rawan kriminalitas. Fokus kami bukan hanya sekadar lewat, tetapi juga melakukan interaksi langsung melalui patroli dialogis agar masyarakat merasa terayomi secara langsung oleh kehadiran Polri di lapangan,” ujar AKP I Putu Krisna Varananda saat memberikan keterangan resminya.
Pendekatan Dialogis dan Edukasi Keamanan kepada Masyarakat
Dalam pelaksanaannya, petugas tidak hanya melakukan pemantauan dari kendaraan dinas, tetapi juga berhenti untuk berkomunikasi dengan petugas keamanan (sekuriti) di perumahan dan kelompok pemuda yang masih berkumpul. Hal ini dilakukan untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar.
Personel Polri memberikan imbauan kamtibmas secara humanis, meminta para pemuda untuk tidak terlibat dalam aksi balap liar atau penggunaan knalpot brong yang dapat mengganggu ketenangan warga. Selain itu, petugas juga berkoordinasi dengan sekuriti perumahan untuk memastikan akses keluar masuk kendaraan terpantau dengan baik guna meminimalisir peluang terjadinya aksi pencurian.
AKP I Putu Krisna Varananda menambahkan bahwa partisipasi masyarakat adalah kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman. Tanpa adanya sinergi antara kepolisian dan warga, upaya menjaga stabilitas keamanan tidak akan berjalan maksimal. Oleh karena itu, patroli dialogis ini menjadi jembatan informasi antara Polri dan masyarakat di wilayah hukum Batulayar.












