LOMBOK BARAT – Stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjadi prioritas utama Kepolisian Resor Lombok Barat, terutama dalam mengantisipasi potensi tindak kriminalitas pada jam-jam rawan. Sebagai langkah nyata di lapangan, Personel Unit Patroli Samapta Polres Lombok Barat melaksanakan kegiatan patroli preventif yang menyasar sejumlah objek vital dan pusat keramaian guna memastikan situasi tetap kondusif.
Fokus pengamanan kali ini diarahkan pada sektor perbankan yang dinilai memiliki risiko kerawanan cukup tinggi, khususnya terhadap ancaman tindak pidana 3C (Pencurian dengan Pemberatan, Pencurian dengan Kekerasan, dan Pencurian Kendaraan Bermotor). Pada Minggu dini hari, 26 April 2026, petugas menyambangi Kantor Bank BRI Cabang Gerung yang terletak di wilayah strategis Kabupaten Lombok Barat.
Komitmen Polri dalam Pencegahan Tindak 3C
Kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat pada waktu dini hari merupakan bagian dari strategi power on hand untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan. Kegiatan yang dimulai pada pukul 02.50 WITA tersebut tidak hanya sekadar melintasi area, namun dilakukan dengan pengawasan mendalam terhadap fasilitas mesin ATM dan titik-titik buta yang berpotensi dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Samapta, Iptu Eko Nugroho, S.H., menegaskan bahwa patroli ini adalah bentuk kewaspadaan tinggi Polri dalam menjaga aset negara dan masyarakat. Menurutnya, tindakan preventif jauh lebih efektif dalam menekan angka kriminalitas dibandingkan langkah represif setelah kejadian berlangsung.
“Kami secara konsisten menerjunkan personel Unit Patroli Samapta untuk memantau situasi di titik-titik rawan, termasuk perbankan seperti Bank BRI Cabang Gerung ini. Tujuannya jelas, yakni mencegah niat dan kesempatan para pelaku kejahatan 3C agar masyarakat merasa aman meskipun di waktu istirahat mereka,” ujar Iptu Eko Nugroho dalam keterangannya.
Pendekatan Dialogis dengan Petugas Keamanan
Selain melakukan pengawasan fisik secara visual, personel Polri juga mengedepankan komunikasi dialogis dengan petugas keamanan (security) yang sedang berjaga di lokasi. Hal ini dilakukan untuk menyelaraskan persepsi mengenai standar prosedur pengamanan dan memperkuat koordinasi jika ditemukan hal-hal yang mencurigakan di area kantor perbankan.
Dalam interaksi tersebut, petugas kepolisian memberikan edukasi dan imbauan agar security tidak lengah dalam menjalankan tugasnya. Pengecekan secara berkala terhadap kamera pengawas (CCTV) dan pencahayaan di sekitar area bank menjadi salah satu poin penting yang ditekankan oleh tim patroli. Sinergi antara kepolisian dan satuan pengamanan internal instansi diharapkan dapat menjadi benteng pertama dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Iptu Eko Nugroho menambahkan bahwa peran aktif masyarakat dan petugas keamanan sangat krusial dalam mendukung tugas kepolisian. Ia meminta agar setiap potensi gangguan segera dilaporkan melalui kanal resmi kepolisian agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat.
“Kami melakukan komunikasi dialogis dengan security setempat dan menghimbau agar tetap menjaga situasi kamtibmas di sekitar area Bank BRI supaya tetap aman dan kondusif. Kehadiran kami di sini adalah sebagai bentuk nyata dari fungsi Polri sebagai pelindung, pelayan, dan pengayom masyarakat secara menyeluruh,” tambah Kasat Samapta.












