LOMBOK BARAT – Menjelang waktu senja di akhir pekan, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lombok Barat semakin memperketat pengawasan di sejumlah titik rawan. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan di wilayah hukum Kabupaten Lombok Barat.
Pada Sabtu, 25 April 2026, personel dari Unit Turjawali Satlantas Polres Lombok Barat terpantau melakukan penyisiran dan penjagaan intensif. Fokus utama kegiatan ini menyasar kawasan yang kerap menjadi titik kumpul masyarakat, yakni Jalur BTN Pemda dan lintasan cepat Bypass BIL 2. Patroli yang dimulai sejak pukul 16.30 WITA ini bertujuan menciptakan rasa aman bagi warga yang tengah menikmati waktu sore maupun para pengguna jalan yang melintas.
Komitmen Menekan Angka Kriminalitas dan Balap Liar
Kegiatan patroli sore ini bukan sekadar rutinitas pengaturan lalu lintas biasa. Kehadiran personel kepolisian di lapangan merupakan bentuk deteksi dini terhadap potensi tindak pidana 3C (Curas, Curat, dan Curanmor) serta aksi balap liar yang sering kali meresahkan masyarakat, terutama di jalur-jalur lurus seperti Bypass BIL 2.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Lantas, Iptu Anton Prasetya Wijaya, S.Tr.K., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kehadiran petugas di titik-titik rawan adalah prioritas utama untuk menjamin ketenangan masyarakat. Menurutnya, waktu sore hari menuju malam merupakan jam krusial di mana volume kendaraan meningkat dan potensi pelanggaran hukum cenderung naik.
“Kami telah memetakan beberapa titik yang menjadi atensi, khususnya Jalur BTN Pemda dan Bypass BIL 2. Personel dari Unit Turjawali, baik yang bersiaga di Pos GMS maupun Pos Rumak, dikerahkan untuk melakukan pemantauan secara bergerak (mobile) maupun stasioner guna mencegah niat para pelaku kriminal maupun pemuda yang hendak melakukan balap liar,” ujar Iptu Anton Prasetya Wijaya dalam keterangannya.
Edukasi Persuasif bagi Pengendara di Lapangan
Selain melakukan pengawasan ketat, para personel yang bertugas juga mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat. Petugas tidak ragu untuk memberhentikan kendaraan secara humanis guna memberikan imbauan terkait pentingnya penggunaan alat keselamatan berkendara seperti helm standar SNI dan kelengkapan surat-surat kendaraan.
Iptu Anton menambahkan bahwa kesadaran masyarakat merupakan faktor kunci dalam menciptakan jalan raya yang aman. Tanpa adanya disiplin dari pengguna jalan, risiko kecelakaan akan tetap tinggi meskipun petugas rutin berpatroli. Oleh karena itu, imbauan dilakukan secara terus-menerus agar masyarakat terbiasa tertib tanpa harus merasa diawasi oleh aparat.
“Target kami bukan sekadar penindakan, melainkan bagaimana masyarakat sadar bahwa tertib lalu lintas adalah kebutuhan demi keselamatan nyawa mereka sendiri. Kami menghimbau kepada orang tua agar lebih ketat mengawasi anak-anak mereka, jangan sampai terlibat dalam aksi balap liar yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tambah Iptu Anton.












