GERUNG – Komitmen Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat dalam mendukung kedaulatan pangan nasional terus dibuktikan melalui aksi nyata di lapangan. Menjelang akhir April 2026, jajaran Bhabinkamtibmas Polsek Gerung semakin intensif melakukan pendampingan langsung kepada masyarakat petani. Langkah ini diambil guna memastikan stabilitas ketersediaan pangan serta memotivasi warga untuk memaksimalkan potensi sumber daya alam di lingkungan terkecil, yakni rumah tangga.
Pada Senin (27/4/2026), personel Bhabinkamtibmas Desa Giri Tembesi melaksanakan kegiatan sambang silaturahmi yang menyasar para petani di Dusun Gumesa Timur, Kecamatan Gerung. Kunjungan ini bukan sekadar agenda rutin kepolisian, melainkan bentuk pendampingan strategis untuk memperkuat program ketahanan pangan di tingkat desa yang menjadi fondasi utama ekonomi kerakyatan.
Sinergi Polri dan Petani dalam Mengoptimalkan Potensi Desa
Dalam giat tersebut, personel kepolisian berinteraksi langsung dengan warga yang tengah beraktivitas di lahan pertanian maupun di pekarangan rumah. Fokus utama dari edukasi kali ini adalah mengenai pemanfaatan lahan secara mikro dan makro. Petani diarahkan untuk tidak hanya bergantung pada lahan sawah yang luas, tetapi juga mulai melirik area pekarangan kosong yang selama ini sering terabaikan.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Gerung, AKP Lale Dewi Lungit Tanauran, menekankan bahwa kehadiran Polri di tengah petani merupakan upaya preemtif untuk menjaga stabilitas sosial dan ekonomi. Menurutnya, ketahanan pangan yang kuat di tingkat desa akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat secara luas.
“Kami mengarahkan anggota di lapangan untuk terus memberikan pendampingan intensif kepada warga, khususnya dalam memotivasi mereka mengoptimalkan setiap jengkal lahan yang ada. Hal ini sangat penting untuk mendukung target swasembada pangan nasional yang telah dicanangkan pemerintah,” ujar AKP Lale Dewi Lungit Tanauran dalam pernyataan resminya.
Strategi Pemanfaatan Pekarangan dan Disiplin Perawatan Tanaman
Dalam diskusi yang berlangsung hangat di Dusun Gumesa Timur, Bhabinkamtibmas mendorong warga untuk menanam komoditas hortikultura harian. Tanaman seperti cabai, terong, dan berbagai jenis sayuran dianggap sangat efektif ditanam di area sekitar rumah. Dengan adanya tanaman pangan mandiri, beban ekonomi rumah tangga dapat berkurang karena warga tidak perlu lagi membeli kebutuhan dapur tersebut di pasar.
Selain memberikan edukasi mengenai jenis tanaman, petugas juga memberikan motivasi terkait konsistensi pemeliharaan. Kedisiplinan dalam perawatan tanaman, mulai dari pemupukan hingga pengendalian hama, menjadi kunci utama untuk memastikan kualitas pertumbuhan yang sehat dan hasil panen yang maksimal. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian pangan bagi masyarakat Giri Tembesi secara berkelanjutan.
AKP Lale Dewi Lungit Tanauran menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk memastikan masyarakat memiliki daya tahan ekonomi yang baik.
“Melalui pemanfaatan lahan pekarangan, warga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan harian secara mandiri. Kami ingin masyarakat memahami bahwa optimalisasi lahan rumah tangga adalah langkah nyata yang sederhana namun memiliki dampak besar bagi ketahanan pangan daerah,” imbuhnya.












