LOMBOK BARAT – Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), jajaran Satuan Samapta Polres Lombok Barat terus mengintensifkan pengawasan di titik-titik rawan kriminalitas. Langkah konkret ini diwujudkan melalui pergerakan Tim Patroli Perintis Presisi yang melakukan penyisiran wilayah secara berkala, khususnya pada jam-jam rawan terjadinya tindak pidana.
Fokus Utama Antisipasi Kejahatan Jalanan dan 3C
Pada Senin dini hari, 27 April 2026, suasana tenang di wilayah Serumbung, Kecamatan Lembar, Nusa Tenggara Barat, menjadi sasaran pemantauan intensif. Mulai pukul 00.20 WITA, tim yang terdiri dari personel pilihan bergerak menyusuri pemukiman serta jalur-jalur sepi yang berpotensi menjadi lokasi terjadinya aksi kriminalitas. Fokus utama dari operasi rutin ini adalah mengantisipasi aksi 3C, yakni Pencurian dengan Pemberatan (Curat), Pencurian dengan Kekerasan (Curas), dan Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor).
Kehadiran polisi di tengah malam hingga menjelang subuh bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang tengah beristirahat. Selain itu, patroli ini berfungsi sebagai bentuk deteksi dini terhadap pergerakan oknum-oknum yang berniat melakukan gangguan keamanan di wilayah hukum Polres Lombok Barat.
Dialogis dan Sinergi dengan Penjaga Objek Vital
Tidak sekadar melintas menggunakan kendaraan dinas, Tim Patroli Perintis Presisi juga mengedepankan pendekatan dialogis. Para personel secara aktif menyambangi sejumlah objek vital dan pusat aktivitas ekonomi yang masih beroperasi maupun yang dijaga oleh petugas keamanan internal (Satpam). Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa sistem pengamanan mandiri di lokasi-lokasi tersebut berjalan dengan optimal.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Samapta, Iptu Eko Nugroho, S.H., menegaskan bahwa komunikasi antara petugas kepolisian dan masyarakat adalah kunci utama keberhasilan menjaga kondusivitas wilayah.
“Kami menerjunkan personel untuk melaksanakan giat patroli sebagai langkah nyata mengantisipasi terjadinya aksi 3C dan aksi kriminalitas lainnya. Tim di lapangan melakukan dialogis secara langsung dengan penjaga objek vital agar mereka selalu waspada serta memberikan pesan-pesan kamtibmas demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif di wilayah Lombok Barat,” ujar Iptu Eko Nugroho, S.H. dalam keterangannya.
Pesan-pesan yang disampaikan meliputi imbauan agar petugas keamanan tidak lengah dalam memantau kamera pengawas (CCTV) serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian melalui layanan call center jika menemukan aktivitas yang mencurigakan di lingkungan sekitar.












