LOMBOK BARAT – Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Kabupaten Lombok Barat, jajaran Kepolisian Resor Lombok Barat terus mengintensifkan kegiatan preventif melalui pendekatan dialogis. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui kegiatan sambang desa yang menyasar berbagai elemen masyarakat guna memastikan situasi wilayah tetap aman dan kondusif.
Pada Rabu pagi, 29 April 2026, personel Satuan Binmas Polres Lombok Barat melaksanakan kunjungan kerja ke Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.30 WITA ini dipusatkan di Kantor Desa Bengkel, di mana petugas kepolisian bertemu langsung dengan perangkat desa serta tokoh masyarakat setempat untuk menjalin silaturahmi yang lebih erat.
Memperkuat Silaturahmi dan Keamanan Desa
Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi Polri untuk hadir di tengah masyarakat secara langsung. Dengan bertatap muka, petugas dapat mendengarkan secara langsung aspirasi maupun keluhan warga terkait situasi keamanan di lingkungan mereka. Hal ini penting untuk memetakan potensi gangguan keamanan sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Binmas, Iptu Muh. Mahrip, menegaskan bahwa kehadiran polisi di tingkat desa bukan hanya untuk pengawasan, melainkan untuk membangun kemitraan yang setara dengan warga. Sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat merupakan kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang harmonis.
“Kami melaksanakan giat sambang ke Desa Bengkel ini dengan tujuan utama untuk memantau situasi secara langsung di lapangan. Selain menjalin silaturahmi yang sudah ada, kami juga menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban agar masyarakat di sini tetap merasakan suasana yang aman dan kondusif dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujar Iptu Muh. Mahrip saat memberikan keterangannya.
Edukasi Menangkal Hoaks dan Radikalisme
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, tim pelaksana yang terdiri dari Kanit Bintibsos Ipda Rusdin, bersama Aiptu I MD. Indra Sumadi dan Aipda Alimudin, memberikan edukasi mendalam mengenai bahaya penyebaran informasi palsu atau hoaks. Di era digital saat ini, informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya seringkali menjadi pemicu perpecahan di masyarakat.
Selain masalah hoaks, petugas juga memberikan penekanan khusus pada upaya penangkalan paham radikalisme. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap pengaruh-pengaruh negatif yang dapat mengganggu ideologi bangsa dan kedamaian di desa. Petugas mengajak warga untuk mengedepankan musyawarah dan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang melalui jalur komunikasi yang telah disediakan.












