LEMBAR – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Kawasan Pelabuhan Lembar terus memperketat pengamanan dan pengawasan di pintu keluar masuk Pulau Lombok. Upaya ini dilakukan guna memastikan kelancaran arus logistik dan kenyamanan masyarakat yang menggunakan moda transportasi laut, khususnya pada rute penyeberangan strategis menuju Bali.
Pada Jumat, 1 Mei 2026, personel kepolisian terpantau melakukan pengamanan intensif dalam proses pemuatan penumpang dan kendaraan di atas Kapal Motor Penumpang (KMP) Shita Giri Nusa. Kegiatan yang berlangsung di Dermaga 2 ASDP Lembar ini dimulai sejak pukul 09.30 WITA, menyasar aspek keselamatan pelayaran serta ketertiban para pengguna jasa.
Komitmen Keamanan di Pintu Gerbang Maritim
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah pelabuhan. Polsek Kawasan Pelabuhan Lembar tidak bekerja sendirian; mereka berkolaborasi erat dengan Otoritas Pelabuhan Lembar untuk memastikan setiap prosedur operasional standar (SOP) dijalankan dengan baik oleh operator kapal maupun penumpang.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Kawasan Pelabuhan Lembar, Iptu Imran, menegaskan bahwa kehadiran personel kepolisian di lapangan bertujuan untuk memberikan rasa aman sekaligus melakukan pengawasan terhadap potensi pelanggaran hukum maupun gangguan keamanan.
“Kami secara rutin melaksanakan pengamanan pemuatan dan patroli di atas kapal guna memastikan seluruh proses keberangkatan berjalan sesuai regulasi. Fokus utama kami adalah memastikan keamanan penumpang dan pemeriksaan kelengkapan dokumen kendaraan yang akan menyeberang ke Padangbai, Bali,” ujar Iptu Imran dalam pernyataan resminya di lokasi kegiatan.
Pemeriksaan Dokumen dan Edukasi Penumpang
Dalam aksi lapangan tersebut, personel kepolisian melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap surat-surat kendaraan. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi adanya peredaran kendaraan bodong atau hasil tindak pidana pencurian yang mencoba keluar dari wilayah Lombok melalui jalur laut. Selain aspek legalitas, petugas juga aktif berinteraksi dengan para penumpang untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.
Iptu Imran menambahkan bahwa edukasi kepada masyarakat sangat penting dilakukan secara langsung di atas kapal atau di area tunggu dermaga. Menurutnya, kesadaran penumpang terhadap barang bawaan mereka sendiri adalah kunci utama dalam mencegah terjadinya aksi kriminalitas seperti pencopetan atau kehilangan barang berharga selama perjalanan.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jasa agar selalu waspada dan menjaga barang bawaannya masing-masing. Kami juga meminta masyarakat untuk tetap tertib mengikuti antrean sesuai dengan tiket yang dimiliki serta mematuhi segala peraturan keselamatan yang berlaku di atas kapal selama dalam pelayaran,” lanjut Iptu Imran.












