Binkam

Semarak Nyongkolan di Lembar: Ribuan Warga Iringi Gendang Beleq, Polisi Pastikan Arus Lalu Lintas Tetap Lancar

×

Semarak Nyongkolan di Lembar: Ribuan Warga Iringi Gendang Beleq, Polisi Pastikan Arus Lalu Lintas Tetap Lancar

Sebarkan artikel ini
Pengamanan Nyongkolan di Lembar Lombok Barat Aman Terkendali
Pengamanan Nyongkolan di Lembar Lombok Barat Aman Terkendali

LOMBOK BARAT – Tradisi adat Nyongkolan yang menjadi warisan budaya luhur masyarakat Sasak terus dilestarikan dengan penuh khidmat di Kabupaten Lombok Barat. Pada Minggu sore, 10 Mei 2026, kemeriahan prosesi ini terlihat di Dusun Selampang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar. Guna memastikan kearifan lokal tersebut berjalan selaras dengan ketertiban umum, jajaran Polsek Lembar hadir di tengah masyarakat untuk melakukan pengamanan ketat serta pengaturan arus lalu lintas.

Kegiatan Nyongkolan kali ini melibatkan rombongan warga dari Patemon, Kelurahan Pagutan, Kota Mataram, yang bertandang menuju Dusun Selampang. Dengan iringan musik tradisional Gendang Beleq yang menggema, rombongan pengantin tersebut menyusuri jalanan desa, menarik perhatian warga sekitar serta pengguna jalan yang melintas. Mengingat volume massa yang cukup besar, kehadiran pihak kepolisian menjadi krusial untuk mencegah terjadinya kemacetan maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Sinergi Bhabinkamtibmas dan Linmas dalam Pengamanan

Pelaksanaan pengamanan ini dipimpin langsung oleh Bhabinkamtibmas Desa Jembatan Gantung yang bersinergi dengan anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) desa setempat. Kehadiran personel di lapangan dimulai sejak pukul 16.30 WITA, saat rombongan mulai memasuki wilayah Kecamatan Lembar. Fokus utama petugas adalah memastikan bahwa akses jalan bagi pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat tetap terjaga, meskipun sebagian badan jalan digunakan oleh rombongan Nyongkolan.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Lembar, Ipda Ruslan, S.H., menegaskan bahwa pengamanan ini merupakan bentuk pelayanan Polri dalam mendukung kegiatan sosial budaya masyarakat. Pihaknya memahami bahwa Nyongkolan bukan sekadar parade, melainkan identitas budaya yang harus dihormati namun tetap memperhatikan hak-hak publik lainnya di jalan raya.

“Kami menerjunkan personel Bhabinkamtibmas untuk bersinergi dengan Linmas desa guna mengawal jalannya tradisi Nyongkolan ini. Fokus kami adalah memastikan arus lalu lintas di sekitar Dusun Selampang tetap mengalir dan mencegah adanya potensi gesekan antar-kelompok atau gangguan kamtibmas lainnya,” ujar Ipda Ruslan, S.H., dalam keterangannya.

Edukasi Kamtibmas dan Keselamatan Berlalu Lintas

Di sela-sela pengaturan arus lalu lintas, petugas juga aktif memberikan imbauan secara humanis kepada peserta Nyongkolan maupun masyarakat yang menonton di pinggir jalan. Edukasi ini bertujuan agar para peserta tetap menjaga etika selama di jalan raya dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu keresahan, seperti penggunaan knalpot brong atau perilaku yang membahayakan kamseltibcar lantas (keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas).

Ipda Ruslan menambahkan bahwa partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban sangat membantu kelancaran acara. Beliau memberikan apresiasi kepada warga Patemon dan warga Jembatan Gantung yang telah bekerja sama dengan pihak kepolisian selama prosesi berlangsung. Pesan-pesan kamtibmas yang disampaikan diharapkan mampu menanamkan kesadaran bahwa budaya yang indah adalah budaya yang menjunjung tinggi kedamaian.