LOMBOK BARAT – Dalam upaya menanamkan kedisiplinan dan kesadaran hukum sejak dini, Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Lombok Barat menggelar program pembinaan intensif bagi anggota Patroli Keamanan Sekolah (PKS). Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 13 Mei 2026 ini menyasar para siswa di SMPN 1 Lembar sebagai garda terdepan dalam menciptakan keamanan di lingkungan sekolah.
Langkah ini diambil bukan sekadar sebagai rutinitas, melainkan bagian dari strategi jangka panjang kepolisian untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas di kalangan remaja serta memastikan arus lalu lintas di sekitar area pendidikan tetap kondusif.
Sinergi Keamanan di Lingkungan Pendidikan
Kegiatan pembinaan ini dimulai tepat pada pukul 07.00 WITA, bertepatan dengan jam masuk sekolah yang merupakan waktu krusial bagi kepadatan arus lalu lintas. Personel dari Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Sat Lantas Polres Lombok Barat mengawali agenda dengan melaksanakan pengaturan lalu lintas (Gatur Pagi) di depan gerbang SMPN 1 Lembar. Hal ini dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada para siswa, guru, maupun orang tua yang sedang mengantar anak-anak mereka.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Lantas, Iptu Anton Prasetya Wijaya, S.Tr.K., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kehadiran polisi di sekolah memiliki peran ganda, yakni sebagai pengayom sekaligus edukator bagi generasi muda.
“Kami memandang bahwa pendidikan karakter terkait keselamatan jalan raya harus dimulai dari bangku sekolah. Melalui pembinaan PKS ini, kami ingin membentuk agen perubahan yang tidak hanya tertib bagi diri sendiri, tetapi juga mampu membantu rekan-rekan mereka dalam menjaga keteraturan di lingkungan sekolah,” ujar Iptu Anton Prasetya Wijaya di sela-sela kegiatan.
Edukasi Budaya Tertib dan Pelatihan Teknis
Setelah kegiatan Gatur Pagi rampung, agenda dilanjutkan dengan sesi pemberian materi edukasi budaya tertib berlalu lintas. Di hadapan para siswa anggota PKS, petugas menekankan pentingnya penggunaan perlengkapan keselamatan seperti helm standar nasional (SNI) dan pemahaman terhadap rambu-rambu lalu lintas. Suasana interaktif menyelimuti sesi ini, di mana para siswa diajak untuk memahami risiko dari pelanggaran lalu lintas yang sering terjadi di usia produktif.
Tidak hanya secara teoritis, personel Unit Kamsel juga memberikan pelatihan fisik dan teknis. Para siswa diajarkan dasar-dasar Baris Berbaris (PBB) untuk melatih kedisiplinan serta mentalitas. Bagian terpenting dari pelatihan ini adalah penguasaan 12 gerakan dasar pengaturan lalu lintas. Gerakan-gerakan ini menjadi bekal utama bagi anggota PKS agar mereka dapat membantu tugas kepolisian dalam mengatur penyeberangan siswa di jam-jam sibuk sekolah dengan cara yang benar dan aman.
Iptu Anton menambahkan bahwa keterampilan teknis ini sangat vital agar tidak terjadi kesalahan komunikasi di lapangan saat siswa membantu pengaturan jalan.












