Binkam

Jalur Bypass BIL II Sepi, Polisi Amankan Lokasi dari Balap Liar dan Begal Dini Hari

×

Jalur Bypass BIL II Sepi, Polisi Amankan Lokasi dari Balap Liar dan Begal Dini Hari

Sebarkan artikel ini
Mencegah Begal dan Balap Liar, Langkah Nyata Polisi Antisipasi Kriminalitas Dini Hari

Lombok Barat – Kepolisian Resor Lombok Barat terus mengintensifkan upaya menjaga kondusivitas wilayah melalui berbagai langkah preventif. Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian adalah pengamanan jalur-jalur rawan pada jam krusial. Langkah ini bertujuan guna mengantisipasi potensi tindak kriminalitas jalanan dan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Sebagai bentuk nyata dari komitmen tersebut, Satuan Samapta (Sat Samapta) Polres Lombok Barat menggelar Patroli Blue Light di sepanjang Jalur Bypass Bandara Internasional Lombok (BIL) II. Kegiatan yang berlangsung pada dini hari ini menyasar berbagai potensi kerawanan. Petugas mengawasi mulai dari aksi balap liar yang kerap dikeluhkan masyarakat hingga tindak pidana jalanan lainnya.

Antisipasi Kriminalitas Melalui Patroli Blue Light

Jalur Bypass BIL II merupakan salah satu urat nadi transportasi yang menghubungkan berbagai wilayah strategis di Lombok Barat. Karakteristik jalannya yang lebar dan lurus sering kali disalahgunakan oleh oknum pemuda untuk melakukan aksi balap liar. Fenomena ini biasanya marak terjadi terutama pada malam hingga dini hari.

Selain itu, minimnya aktivitas warga pada jam-jam tertentu membuat jalur ini rawan terhadap tindak kriminalitas. Beberapa kerawanan di antaranya seperti pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Kejahatan yang akrab disebut 3C ini diwaspadai bersama dengan potensi aksi pembegalan.

Menyikapi potensi kerawanan tersebut, sebanyak empat personel tangguh dari Sat Samapta Polres Lombok Barat dikerahkan untuk menyisir kawasan tersebut. Mereka menggunakan kendaraan dinas dengan lampu rotator biru yang tetap menyala khas Patroli Blue Light. Kehadiran polisi di lapangan diharapkan mampu memberikan efek gentar (deterrent effect) bagi para pelaku kejahatan.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Samapta, Iptu Reza Ihyaul Itsnain, S.H., M.H., menegaskan satu hal penting. Kehadiran personel di lapangan secara konsisten merupakan kunci utama dalam menekan angka kriminalitas. Menurutnya, patroli ini dirancang untuk menutup ruang gerak para pelaku kejahatan yang ingin memanfaatkan situasi sepi.

“Kami hadir di tengah masyarakat, khususnya di titik-titik rawan seperti Jalur Bypass BIL II ini, untuk memastikan bahwa negara hadir dalam memberikan rasa aman. Patroli Blue Light ini bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah strategis preventif untuk mengantisipasi aksi balap liar, pembegalan, serta kejahatan 3C yang dapat mengganggu ketenangan warga,” ujar Iptu Reza Ihyaul Itsnain, S.H., M.H., saat memberikan keterangan terkait pasca-kegiatan, Selasa (26/5/2026).