Upaya menjaga kondusivitas wilayah menjelang dini hari terus diintensifkan oleh aparat kepolisian di wilayah hukum Lombok Barat. Guna menekan ruang gerak pelaku kejahatan dan mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Satuan Samapta Polres Lombok Barat konsisten menggelar patroli malam. Langkah preventif ini menyasar sejumlah titik yang dinilai rawan terjadinya aksi kriminalitas maupun aktivitas negatif remaja.
Pada Senin (22/06/2026) sekitar pukul 00.20 WITA, Tim Patroli Perintis Presisi Sat Samapta Polres Lombok Barat melaksanakan penyisiran di kawasan Desa Ombe, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Kehadiran aparat kepolisian di tengah malam buta ini berfokus pada antisipasi tindak kejahatan jalanan, termasuk aksi pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor yang kerap disebut sebagai aksi 3C. Selain itu, patroli juga menargetkan pencegahan aksi balap liar dan potensi kriminalitas lainnya yang meresahkan warga.
Pendekatan Dialogis dan Himbauan Humanis
Dalam pelaksanaan tugas tersebut, Sat Samapta Polres Lombok Barat menerjunkan sebanyak empat personel tangguh yang dilengkapi dengan sarana pendukung kepatuhan kamtibmas. Saat melintasi jalur utama Desa Ombe, tim patroli menemukan sekelompok pemuda yang masih berkumpul atau nongkrong di pinggir jalan pada jam yang sudah terlewat larut. Menanggapi hal tersebut, personel kepolisian langsung mengambil tindakan persuasif.
Petugas di lapangan segera menghampiri kerumunan pemuda tersebut guna melakukan dialog secara humanis. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak adanya aktivitas terlarang seperti mengonsumsi minuman keras, membawa senjata tajam, ataupun perencanaan aksi balap liar yang kerap memanfaatkan jalanan sepi pada dini hari.
“Kami mengedepankan pendekatan dialogis dengan memberikan himbauan secara langsung kepada para pemuda yang didapati masih beraktivitas di luar rumah pada jam-jam rawan. Kami meminta mereka secara baik-baik untuk segera membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing,” ujar Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Samapta, Iptu Reza Ihyaul Itsnain, S.H., M.H.
Komitmen Menekan Angka Kriminalitas
Pihak kepolisian menegaskan bahwa pembubaran ini bukan untuk membatasi ruang kreativitas atau aktivitas para remaja, melainkan sebagai langkah perlindungan. Berada di luar rumah tanpa tujuan yang jelas pada dini hari dinilai sangat rentan, baik menjadi korban kejahatan jalanan maupun terseret menjadi pelaku kriminalitas akibat pengaruh lingkungan.
Iptu Reza Ihyaul Itsnain menambahkan bahwa kegiatan patroli seperti ini akan terus ditingkatkan secara berkala dan dengan rute yang acak agar efektivitas pengamanan wilayah tetap terjaga secara optimal. Melalui komunikasi yang baik, para pemuda di Desa Ombe memahami maksud petugas dan bersedia membubarkan diri secara tertib tanpa adanya perlawanan atau ketegangan.
Melalui kehadiran Tim Patroli Perintis Presisi di tengah masyarakat, Polres Lombok Barat berharap dapat mempersempit ruang komunikasi para pelaku kejahatan malam. Kesadaran masyarakat, terutama para orang tua untuk mengawasi anak-anak mereka agar tidak keluar larut malam, juga menjadi faktor penting demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di seluruh wilayah Kabupaten Lombok Barat.













