Sumbawa Barat – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), personel Polsek Poto Tano kembali menggelar **Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD)** di kawasan Pos Satu Pelabuhan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, Senin (29/6/2026) malam.
Kegiatan yang dimulai pukul 22.30 Wita tersebut melibatkan empat personel dengan sasaran masyarakat pengguna jasa penyeberangan, baik penumpang maupun kendaraan dan barang yang keluar masuk melalui Pelabuhan Poto Tano sebagai gerbang utama lintas Pulau Sumbawa.
Dalam pelaksanaan KRYD, petugas melakukan pemeriksaan terhadap orang, kendaraan, serta barang bawaan guna mengantisipasi berbagai potensi tindak pidana, seperti pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), maupun tindak pidana lainnya.
Selain itu, pemeriksaan juga difokuskan untuk mencegah peredaran minuman keras, senjata tajam, senjata api ilegal, narkoba, bahan peledak, barang muatan ilegal, hingga kendaraan yang tidak dilengkapi dokumen resmi.
Petugas turut memberikan teguran kepada pengemudi angkutan umum, baik bus maupun kendaraan lainnya, yang tidak beroperasi sesuai peruntukannya demi menjamin keselamatan pengguna jalan. Teguran lisan juga diberikan kepada sopir maupun kondektur agar tidak mengangkut penumpang di atas atap kendaraan karena berisiko membahayakan keselamatan.
Selain penegakan disiplin, personel juga mengedukasi masyarakat pengguna jasa penyeberangan agar melakukan pembelian tiket secara daring (online) untuk mempercepat proses pelayanan di pelabuhan.
Kasi Humas Polres Sumbawa Barat, **Iptu Anak Agung Made Subrata**, mengatakan kegiatan KRYD merupakan langkah preventif yang secara konsisten dilakukan jajaran Polres Sumbawa Barat untuk menciptakan rasa aman, khususnya di kawasan Pelabuhan Poto Tano yang menjadi pintu masuk dan keluar Pulau Sumbawa.
“Pelabuhan Poto Tano merupakan objek vital yang memiliki mobilitas masyarakat dan kendaraan cukup tinggi. Karena itu, KRYD terus kami laksanakan untuk mengantisipasi masuk maupun keluarnya barang-barang terlarang, mencegah tindak kriminalitas, sekaligus memberikan rasa aman kepada seluruh pengguna jasa penyeberangan,” ujar Iptu Anak Agung Made Subrata.
Ia menambahkan, selain melakukan pemeriksaan, personel di lapangan juga mengedepankan pendekatan humanis melalui pemberian imbauan kepada masyarakat dan pengemudi angkutan umum agar selalu mematuhi aturan keselamatan serta mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif.













