Lombok Barat, NTB – Kesadaran akan pentingnya menjaga moralitas dan kesehatan mental generasi muda terus ditingkatkan oleh jajaran kepolisian. Pada Rabu, 22 April 2026, Kepolisian Sektor (Polsek) Labuapi melalui unit Binmas dan Bhabinkamtibmas menggelar kegiatan sosialisasi edukatif yang menyasar para santri di Yayasan Pondok Pesantren Al-Ikhlasyah, Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat. Fokus utama dalam pertemuan ini adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai risiko penyalahgunaan narkotika serta dampak buruk dari tindakan perundungan atau bullying di lingkungan pendidikan.
Kegiatan yang dimulai tepat pada pukul 09.00 WITA ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari pengaruh negatif. Mengingat usia remaja merupakan masa transisi yang rentan terhadap pengaruh lingkungan, kehadiran pihak kepolisian di tengah-tengah siswa diharapkan mampu menjadi benteng pertahanan pertama bagi mereka.
Komitmen Polri dalam Melindungi Generasi Emas
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, menegaskan bahwa langkah preventif ini adalah prioritas utama untuk menyelamatkan masa depan bangsa. Menurutnya, pemahaman mengenai aspek hukum dan kesehatan terkait narkoba harus diberikan secara masif agar siswa memiliki daya tangkal yang kuat.
“Kami ingin memastikan bahwa siswa-siswi kita, khususnya di wilayah hukum Labuapi, memahami betul bahwa narkoba bukan hanya merusak kesehatan fisik, tetapi juga menghancurkan masa depan dan cita-cita mereka. Selain itu, masalah bullying juga menjadi atensi kami karena dampaknya yang sangat serius terhadap psikologis anak-anak kita,” ujar Iptu I Nyoman Rudi Santosa dalam keterangannya.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kanit Binmas Polsek Labuapi, IPDA Nursidi, S.H, S.Pd, S.E, M.H., didampingi oleh Bhabinkamtibmas Desa Perampuan, AIPDA I Made Sumerta. Kehadiran para personel Polri ini disambut hangat oleh pengurus yayasan dan para siswa yang antusias mengikuti materi demi materi yang disampaikan.
Bahaya Narkoba dan Dampak Psikologis Perundungan
Dalam narasinya di hadapan para santri, IPDA Nursidi memaparkan bagaimana peredaran narkoba saat ini semakin beragam dan sulit dikenali. Ia mengingatkan para siswa agar selalu waspada terhadap pemberian dari orang asing maupun ajakan teman yang mencurigakan. Penekanan diberikan pada sanksi pidana yang berat serta kerusakan permanen pada sistem saraf jika seseorang terjerumus ke dalam lingkaran hitam narkotika.
Tak hanya soal narkoba, isu bullying atau perundungan juga menjadi poin krusial dalam sosialisasi tersebut. IPDA Nursidi menjelaskan bahwa tindakan merundung, baik secara fisik, verbal, maupun melalui media sosial (cyber bullying), dapat berujung pada konsekuensi hukum bagi pelakunya dan trauma mendalam bagi korbannya.
“Anak-anakku sekalian, sekolah dan pesantren adalah tempat untuk menuntut ilmu dan membangun persaudaraan. Jangan sampai ada tindakan menyakiti sesama teman, baik lewat ucapan maupun perbuatan. Kami mengajak kalian semua untuk saling merangkul, bukan memukul, dan saling mendukung, bukan menjatuhkan,” tegas IPDA Nursidi saat memberikan materi di Aula Yayasan Al-Ikhlasyah.












