Binkam

Langkah Pasti Polres Lombok Barat Amankan Distribusi Hasil Pertanian untuk Stabilitas Pangan Daerah

×

Langkah Pasti Polres Lombok Barat Amankan Distribusi Hasil Pertanian untuk Stabilitas Pangan Daerah

Sebarkan artikel ini
Sinergi Kuat Polri dan Kelompok Tani di Lembar Pastikan Serapan Jagung Melimpah Masuk Gudang Bulog

LOMBOK BARAT – Dalam upaya menjaga stabilitas ketahanan pangan daerah dan memastikan kesejahteraan petani tetap terjaga, sinergi lintas sektoral terus diperkuat di wilayah Kabupaten Lombok Barat. Pada Jumat, 24 April 2026, langkah konkret ditunjukkan melalui aksi pendampingan distribusi hasil pertanian yang melibatkan kepolisian dan kelompok tani lokal di Kecamatan Lembar.

Bhabinkamtibmas Desa Mareje Timur, Aipda Zunaidin, turun langsung memberikan pendampingan kepada Kelompok Tani (Poktan) Batu Rapat Jaya dalam proses distribusi hasil panen jagung menuju Gudang Bulog. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan serapan gabah dan palawija berjalan optimal, sehingga harga di tingkat petani tidak anjlok di tengah masa panen raya.

Sinergi Polri dan Petani dalam Distribusi Hasil Panen

Proses pengiriman hasil bumi ini dimulai sejak pukul 08.00 WITA. Sebanyak 15,05 ton jagung milik Kelompok Tani Batu Rapat Jaya diberangkatkan dari Desa Mareje Timur menuju Gudang Bulog Bengkel yang berlokasi di Kecamatan Labuapi. Pengangkutan dilakukan dengan menggunakan dua unit truk berkapasitas besar guna menjamin efisiensi waktu dan keamanan logistik.

Kehadiran Polri dalam kegiatan ini bukan sekadar sebagai pengawas keamanan, melainkan sebagai penggerak motivasi bagi para petani agar lebih percaya diri untuk menyalurkan hasil panen mereka ke lembaga resmi pemerintah. Dengan masuknya hasil panen ke Bulog, diharapkan rantai distribusi menjadi lebih pendek dan transparan, yang pada akhirnya memberikan keuntungan lebih bagi para produsen pangan di tingkat desa.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Plh. Kapolsek Lembar, Ipda Eko Sujatwanto, menegaskan bahwa peran Bhabinkamtibmas sangat krusial dalam memonitor roda ekonomi di pedesaan. Menurutnya, pendampingan ini adalah wujud nyata dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah.

“Kami melalui Bhabinkamtibmas Desa Mareje Timur terus berupaya menggerakkan kelompok tani agar aktif mendistribusikan hasil panen mereka ke pihak Bulog. Hal ini penting untuk memastikan ketersediaan stok pangan daerah sekaligus menjamin bahwa petani mendapatkan harga yang layak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” ujar Ipda Eko Sujatwanto dalam keterangannya.

Standar Kualitas Ketat untuk Penyerapan di Gudang Bulog

Distribusi jagung kali ini melalui proses pemeriksaan yang cukup ketat sebelum akhirnya diterima di gudang penyimpanan. Hal ini dilakukan demi menjaga kualitas pangan yang akan didistribusikan kembali ke masyarakat. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, jagung yang dikirim oleh Poktan Batu Rapat Jaya memiliki kualitas yang sangat baik dengan kadar air berada di kisaran 10 persen hingga 14 persen.

Ketentuan mengenai kadar air ini menjadi poin krusial. Jika kadar air melebihi ambang batas 14 persen, maka komoditas tersebut berisiko mengalami pembusukan atau penurunan kualitas selama masa penyimpanan, sehingga pihak Bulog secara tegas akan melakukan penolakan jika standar tersebut tidak terpenuhi.

Ipda Eko Sujatwanto menambahkan bahwa para petani kini semakin memahami pentingnya manajemen pasca-panen. Pengolahan yang tepat membuat produk mereka memenuhi kualifikasi industri dan pemerintah. Selain kadar air, jagung yang disetorkan harus sudah dalam bentuk pipilan bersih dan dikemas ke dalam karung dengan berat minimal 70,30 kilogram per karung.

“Pendampingan ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi petani. Kita informasikan bahwa syarat untuk masuk ke Bulog haruslah jagung pipilan yang bersih dari kotoran. Alhamdulillah, pada pengiriman kali ini, semua kriteria tersebut terpenuhi dengan baik oleh saudara Sukian dari Poktan Batu Rapat Jaya,” tambahnya.