LEMBAR – Situasi arus lalu lintas dan logistik di kawasan Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, menunjukkan tren yang sangat positif. Berdasarkan pantauan terbaru pada Senin, 27 April 2026, antrean truk pengangkut ternak sapi yang sebelumnya sempat memadati kantong-kantong parkir kini terpantau nihil. Kondisi ini menandakan distribusi hewan ternak dari Pulau Lombok menuju Pulau Jawa berjalan sangat lancar dan terkendali.
Kepolisian Resor Lombok Barat terus melakukan monitoring intensif untuk memastikan tidak ada sumbatan logistik di jalur vital tersebut. Upaya ini dilakukan guna menjamin kenyamanan pengguna jalan serta kelancaran tata niaga hewan ternak yang menjadi salah satu komoditas unggulan daerah.
Monitoring Intensif di Kawasan Pelabuhan Lembar
Kegiatan monitoring perkembangan situasi dilakukan secara saksama di dua titik utama, yakni Ruang Tunggu Kendaraan (RTK) Pelabuhan PT ASDP Lembar dan RTK Gilimas PT Pelindo Lembar. Petugas di lapangan memastikan bahwa alur masuk dan keluar kendaraan pengangkut ternak sesuai dengan jadwal keberangkatan kapal yang telah ditetapkan.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Kawasan Pelabuhan Lembar, Iptu Imran, memberikan keterangan resminya mengenai perkembangan terkini di lapangan. Ia menegaskan bahwa hingga pagi hari ini, seluruh armada pengangkut telah terakomodasi dengan baik di dalam area pelabuhan.
“Pada hari Senin tanggal 27 April 2026 pukul 08.30 WITA, kami telah melaksanakan monitoring perkembangan situasi antrean truk pengangkut ternak sapi yang terparkir di RTK Pelabuhan PT ASDP Lembar dan RTK Gilimas PT Pelindo Lembar. Dapat kami laporkan bahwa jumlah antrean truk bermuatan sapi yang antre di RTK Pelabuhan Gilimas sementara nihil. Demikian pula di sepanjang jalan Segenter hingga Gili Mas, tidak ada unit pengangkut yang tertahan di luar area parkir resmi,” ujar Iptu Imran dalam keterangannya.
Total Distribusi Mencapai Ratusan Unit Kendaraan
Keberhasilan dalam mengurai antrean ini tidak terlepas dari tingginya frekuensi pelayaran kapal angkut dari Pelabuhan Gilimas menuju Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi. Data statistik kepolisian menunjukkan volume pengiriman yang signifikan selama satu bulan terakhir. Tercatat, sebanyak 732 unit kendaraan truk tronton dan 2 unit pickup telah berhasil diberangkatkan menuju Jawa Timur.
Proses pengangkutan ini melibatkan beberapa armada kapal besar seperti KM Mutiara Ferindo II, KM Mutiara Barat, dan KM Mutiara Sentosa III. Pola pengiriman yang konsisten setiap harinya menjadi kunci utama mengapa penumpukan kendaraan dapat dihindari, meskipun permintaan pengiriman ternak sapi sedang tinggi.
“Kami mencatat pergerakan yang sangat dinamis sejak akhir Maret lalu. Sebagai contoh, pada periode puncak di tanggal 14 April, KM Mutiara Sentosa III saja mampu mengangkut hingga 51 unit truk dalam satu kali pemberangkatan. Sinergi antara otoritas pelabuhan, operator kapal, dan pengamanan dari kepolisian memastikan proses pemuatan berjalan efisien,” tambah Iptu Imran.












