LOMBOK BARAT – Upaya penguatan ketahanan pangan nasional terus diperkuat melalui kolaborasi aktif antara aparat kepolisian dan kelompok tani di tingkat desa. Di wilayah hukum Polres Lombok Barat, pengawalan terhadap hasil bumi menjadi prioritas untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah.
Pada Selasa, 28 April 2026, sinergi ini terlihat nyata saat anggota Bhabinkamtibmas Desa Mareje, AIPDA Ishak, melakukan pendampingan intensif terhadap Kelompok Tani (Poktan) “Bina Karya”. Pendampingan ini dilakukan dalam rangka pendistribusian hasil panen jagung dari Dusun Pelan, Desa Mareje, Kecamatan Lembar, menuju Gudang Bulog yang berlokasi di Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi.
Komitmen Kepolisian dalam Ketahanan Pangan
Kehadiran Polri di tengah masyarakat petani bukan sekadar bentuk pengamanan, melainkan dukungan moral dan teknis agar hasil jerih payah petani dapat terserap maksimal oleh negara melalui Bulog. Langkah ini selaras dengan instruksi pimpinan Polri untuk membantu menjaga stabilitas stok pangan di daerah.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Lembar, Ipda Ruslan, S.H., menegaskan bahwa pendampingan ini merupakan bagian dari tugas pelayanan Polri. Menurutnya, Bhabinkamtibmas memiliki peran vital dalam mengawasi setiap proses di desa, termasuk sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi warga Mareje.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh proses, mulai dari pengangkutan di tingkat dusun hingga penyerahan di gudang Bulog, berjalan tanpa kendala. Pendampingan ini bertujuan memberikan rasa aman kepada petani agar hasil panen mereka terdistribusi dengan baik dan sesuai prosedur yang berlaku,” ujar Ipda Ruslan dalam keterangannya.
Detail Distribusi dan Standar Kualitas Jagung
Dalam kegiatan yang berlangsung di penghujung bulan April tersebut, sebanyak 19,87 ton jagung milik Sdr. Nurman dari Poktan Bina Karya berhasil diberangkatkan. Pengangkutan logistik ini melibatkan dua unit kendaraan truk besar yang membawa beban hasil bumi dengan standar kualitas yang sangat terjaga.
Bhabinkamtibmas Desa Mareje, AIPDA Ishak, yang turun langsung ke lapangan melaporkan bahwa jagung yang dikirimkan telah memenuhi kriteria ketat yang ditetapkan oleh pihak Bulog. Salah satu indikator paling krusial adalah tingkat kelembapan atau kadar air dari komoditas tersebut.
“Berdasarkan pengecekan di lapangan, kadar air jagung yang didistribusikan kali ini berada di angka 13,4 persen. Nilai ini sudah berada di bawah ambang batas maksimal yang ditentukan, sehingga kami optimis seluruh muatan akan diterima tanpa hambatan di Gudang Bulog Desa Bengkel,” ungkap AIPDA Ishak saat memantau pemuatan barang ke atas truk.












