“Pelatihan ini mencakup materi Krida, peraturan baris berbaris, hingga tindakan pertama di tempat kejadian perkara serta mitigasi bencana. Kami ingin mereka menjadi mitra strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta memiliki karakter yang bertanggung jawab,” imbuhnya.
Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Alam
Selain fokus pada aspek keamanan, Sat Binmas Polres Lombok Barat juga menyelipkan materi mengenai mitigasi bencana. Mengingat kondisi geografis wilayah Lombok yang memiliki potensi kerawanan bencana alam, kemampuan untuk melakukan deteksi dini dan tindakan penyelamatan mandiri menjadi kompetensi wajib bagi anggota Saka Bhayangkara.
Instruktur memberikan simulasi praktis mengenai cara bereaksi saat terjadi bencana dan bagaimana mengoordinasikan bantuan awal. Hal ini bertujuan agar para siswa tidak panik dan mampu memberikan arahan yang jelas kepada masyarakat sekitar saat situasi darurat terjadi. Kehadiran personel Sat Binmas di tengah-tengah para siswa ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat sejak dini.
Selama kegiatan berlangsung, suasana di Mapolsek Gerung terpantau sangat dinamis namun tetap terkendali. Para instruktur memberikan koreksi dengan tegas namun tetap edukatif, menciptakan ruang belajar yang efektif bagi para peserta. Hingga berakhirnya sesi latihan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.
Dengan adanya pembinaan berkelanjutan seperti ini, Polres Lombok Barat optimis bahwa pilar keamanan di masa depan akan semakin kokoh dengan dukungan generasi muda yang berintegritas dan siap mengabdi demi kepentingan bangsa dan negara. Para siswa pun diharapkan dapat menularkan ilmu yang didapat kepada rekan sebaya mereka, sehingga tercipta lingkungan yang harmonis dan jauh dari perilaku negatif.












