LOMBOK BARAT – Dalam upaya mencetak generasi muda yang memiliki integritas tinggi dan kesadaran hukum yang kuat, Kepolisian Resor Lombok Barat melalui Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) menggelar kegiatan pembinaan intensif bagi anggota Saka Bhayangkara. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 3 Mei 2026 ini menitikberatkan pada pembentukan karakter, kedisiplinan, serta penguasaan teknis keamanan bagi para pelajar.
Bertempat di Mapolsek Gerung, Kabupaten Lombok Barat, puluhan siswa-siswi yang tergabung dalam Saka Bhayangkara Pangkalan Gerung nampak antusias mengikuti setiap rangkaian instruksi. Program ini dirancang bukan sekadar sebagai latihan rutin pramuka, melainkan sebagai wadah strategis dalam mempersiapkan pemuda sebagai mitra Polri dalam menjaga kondusifitas wilayah.
Membangun Generasi Sadar Hukum dan Berwawasan Kamtibmas
Pembinaan ini merupakan langkah preventif kepolisian dalam menghadapi dinamika sosial di kalangan remaja. Dengan memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), diharapkan para anggota Saka Bhayangkara mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal mereka masing-masing.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Binmas Polres Lombok Barat, Iptu Muh. Mahrip, menegaskan bahwa pemuda adalah aset bangsa yang harus dibekali dengan kemampuan kepemimpinan dan rasa tanggung jawab yang besar. Menurutnya, keterlibatan aktif remaja dalam kegiatan positif seperti ini akan meminimalisir potensi kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba.
“Kami melaksanakan giat pembinaan Saka Bhayangkara ini guna menciptakan generasi muda yang sadar hukum, berwawasan Kamtibmas, disiplin, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang tangguh,” ujar Iptu Muh. Mahrip dalam keterangannya di sela-sela memantau jalannya kegiatan.
Materi Komprehensif: Dari PBB Hingga Mitigasi Bencana
Pelaksanaan pelatihan yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut dipimpin langsung oleh Kanit Bintibsos Sat Binmas Polres Lobar, Ipda Rusdin, didampingi oleh Aiptu I Made Indra S dan Aipda Alimudin. Materi yang diberikan mencakup berbagai aspek fundamental kepolisian yang relevan dengan peran pramuka di bawah naungan Polri.
Para peserta mendapatkan pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) guna menanamkan nilai kedisiplinan fisik dan mental. Selain itu, aspek teknis seperti materi Krida dan Tindakan Pertama Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) juga diberikan secara mendalam. Materi TPTKP ini dianggap krusial agar para anggota Saka Bhayangkara mengetahui langkah-langkah yang tepat dan benar secara hukum apabila menemukan suatu kejadian tindak pidana atau kecelakaan sebelum pihak berwajib tiba di lokasi.
Iptu Muh. Mahrip menambahkan bahwa peran Saka Bhayangkara saat ini telah bertransformasi menjadi mitra strategis kepolisian yang sangat membantu di lapangan.












