“Kami juga memberikan penekanan kepada para orang tua agar terus mengawasi anak-anak mereka saat mandi maupun bermain di pinggir pantai. Keselamatan adalah prioritas utama, sehingga kewaspadaan harus tetap dijaga meski situasi terlihat tenang,” lanjutnya.
Lebih lanjut, pihak kepolisian juga mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian ekosistem pantai. Edukasi mengenai pengelolaan sampah menjadi salah satu materi yang disampaikan dalam dialog rutin (Polmas) dengan para pedagang lokal, mengingat kebersihan pantai merupakan aset vital bagi keberlangsungan pariwisata di Senggigi.
Antisipasi Tindak Kriminalitas 3C dan Penjagaan Aset
Di sisi lain, patroli darat dan perairan juga menyasar area-area vital seperti dermaga dan sekitaran Pos Senggigi. Langkah ini bertujuan untuk mengantisipasi tindak pidana 3C (Pencurian dengan Pemberatan, Pencurian dengan Kekerasan, dan Pencurian Kendaraan Bermotor) serta potensi gangguan keamanan lainnya yang mungkin terjadi di titik-titik keramaian.
Hingga laporan terbaru pada Selasa sore, AKP L. Nursidi mengonfirmasi bahwa situasi di kawasan Senggigi berada dalam keadaan aman dan terkendali. Tidak ditemukan adanya laporan terkait kecelakaan laut, aktivitas illegal fishing, penyelundupan manusia (people smuggling), pertambangan ilegal, maupun penggunaan bom ikan di wilayah tersebut.
“Berdasarkan pemantauan anggota di lapangan, untuk kejadian laka laut, illegal fishing, maupun tindakan kriminal khusus lainnya tercatat nihil. Kami juga memastikan aset negara dalam kondisi baik, di mana anggota telah mengecek Kapal Patroli dengan nomor lambung XXI – 1008 yang saat ini terikat aman di moringnya dalam kondisi siap pakai untuk keadaan darurat,” tutup Kasat Polairud.
Kegiatan patroli ini diharapkan dapat terus meningkatkan kepercayaan wisatawan untuk berkunjung ke Lombok Barat, sekaligus membuktikan bahwa sinergi antara kepolisian dan masyarakat lokal dapat menciptakan lingkungan wisata yang sehat, aman, dan berkelanjutan.












