LOMBOK BARAT – Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Kepolisian Resor Lombok Barat terus mengintensifkan langkah preventif melalui patroli rutin di titik-titik strategis. Pada Selasa dini hari, 5 Mei 2026, Tim Patroli Perintis Presisi Sat Samapta Polres Lombok Barat dikerahkan untuk memantau situasi di wilayah hukum mereka, khususnya guna mengantisipasi tindak kejahatan jalanan dan aksi kriminalitas lainnya.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, terutama pada jam-jam rawan di mana potensi gangguan keamanan cenderung meningkat. Fokus utama dari kegiatan ini adalah pencegahan terhadap aksi pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian dengan kekerasan (Curas), dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), atau yang lebih dikenal dengan istilah 3C.
Intensifikasi Patroli di Bundaran Gerung
Sekitar pukul 01.25 WITA, personel yang tergabung dalam Tim Patroli Perintis Presisi menyisir area Bundaran Gerung, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Lokasi ini dipilih karena merupakan salah satu titik vital yang menghubungkan akses utama di wilayah tersebut, sehingga memerlukan pengawasan ekstra guna memastikan tidak ada aktivitas mencurigakan yang dapat mengganggu ketenangan warga.
Sebanyak empat personel bersenjata lengkap dan dilengkapi kendaraan dinas melakukan pemantauan secara saksama. Kehadiran petugas di lapangan di tengah sunyinya malam diharapkan dapat memberikan efek gentar bagi para pelaku kejahatan yang berniat melancarkan aksinya di wilayah hukum Polres Lombok Barat.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Samapta, Iptu Eko Nugroho, S.H., menegaskan bahwa patroli ini bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah strategis untuk memastikan kehadiran negara di tengah masyarakat. Menurutnya, keamanan wilayah merupakan prioritas utama yang harus dijaga melalui kehadiran fisik petugas di lapangan secara berkelanjutan.
“Kami menerjunkan personel Tim Patroli Perintis Presisi untuk menyisir wilayah-wilayah rawan, termasuk Bundaran Gerung, guna mengantisipasi terjadinya aksi 3C dan aksi kriminalitas lainnya yang dapat meresahkan warga pada dini hari,” ujar Iptu Eko Nugroho, S.H., dalam keterangannya di lokasi kegiatan.
Kedepankan Pendekatan Dialogis dan Humanis
Selain melakukan pemantauan wilayah, personel di lapangan juga mengedepankan pendekatan dialogis kepada masyarakat yang masih beraktivitas di luar rumah. Langkah ini diambil untuk membangun komunikasi dua arah antara kepolisian dan warga, sehingga informasi mengenai potensi gangguan keamanan dapat diserap secara cepat dan akurat.
Petugas tidak ragu untuk berhenti sejenak dan berinteraksi dengan warga yang ditemui di sekitar Bundaran Gerung. Komunikasi ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya kewaspadaan mandiri dalam menjaga lingkungan masing-masing. Personel patroli memberikan imbauan agar masyarakat tidak lengah terhadap keamanan barang berharga miliknya, terutama kendaraan bermotor.
Iptu Eko Nugroho, S.H., menambahkan bahwa partisipasi masyarakat sangat krusial dalam mendukung keberhasilan tugas kepolisian. Tanpa sinergi yang baik, upaya pencegahan kejahatan tidak akan berjalan maksimal.












