LOMBOK BARAT – Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta memastikan kelancaran distribusi energi di wilayah hukumnya, Kepolisian Resor Lombok Barat melalui Satuan Samapta melakukan pengawasan ketat terhadap objek vital nasional. Langkah ini diambil guna mengantisipasi segala bentuk gangguan keamanan yang berpotensi menghambat pelayanan publik, khususnya terkait kebutuhan dasar masyarakat akan bahan bakar gas.
Pada Jumat siang, 8 Mei 2026, personel Unit Patroli Samapta Polres Lombok Barat melaksanakan kegiatan patroli preventif yang menyasar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) Labuan Lembar, Kecamatan Lembar. Kehadiran aparat kepolisian di lokasi tersebut bertujuan untuk memastikan operasional pengisian gas berjalan lancar dan aman dari potensi tindak kriminalitas maupun kendala teknis yang dapat merugikan masyarakat luas.
Pengawasan Intensif di Objek Vital Nasional
Kegiatan patroli yang dimulai sekitar pukul 12.30 WITA ini merupakan bagian dari komitmen Polres Lombok Barat dalam menghadirkan rasa aman bagi pelaku usaha dan masyarakat. SPBE Labuan Lembar dipilih sebagai sasaran prioritas mengingat perannya yang sangat krusial dalam mendistribusikan LPG, terutama tabung melon berukuran 3 kilogram, ke berbagai wilayah di Kabupaten Lombok Barat dan sekitarnya.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Samapta, Iptu Reza Ihyaul Itsnain, S.H., M.H., menegaskan bahwa kehadiran Polri di lapangan adalah manifestasi dari peran pelindung, pelayan, dan pengayom masyarakat. Patroli ini tidak hanya bersifat pemantauan visual, tetapi juga melibatkan interaksi langsung dengan para pekerja dan pihak manajemen untuk memetakan potensi kerawanan.
“Kami menginstruksikan personel untuk selalu berada di tengah-tengah objek vital guna memberikan jaminan keamanan. SPBE adalah fasilitas penting yang menyangkut hajat hidup orang banyak, sehingga stabilitas kamtibmas di area tersebut harus tetap terjaga agar distribusi energi tidak terganggu sedikit pun,” ujar Iptu Reza Ihyaul Itsnain saat memberikan keterangan terkait pelaksanaan patroli tersebut.
Koordinasi dengan Pihak Operasional dan Pastikan Pasokan Normal
Selama berada di lokasi, personel Unit Patroli Samapta melakukan koordinasi intensif dengan staf operasional setempat, Bapak Edy. Dalam dialog tersebut, polisi menggali informasi mendalam mengenai proses distribusi dan kendala yang mungkin dihadapi di lapangan. Berdasarkan hasil pemantauan dan keterangan dari bagian administrasi, dipastikan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan adanya kelangkaan gas LPG 3 kg di wilayah tersebut.
Pihak SPBE menyatakan bahwa proses pendistribusian ke agen-agen resmi masih berjalan sesuai jadwal dan dalam keadaan normal. Hal ini merupakan kabar positif bagi masyarakat, mengingat ketersediaan gas sering kali menjadi isu sensitif di tengah dinamika ekonomi lokal. Selain mengecek administrasi distribusi, petugas kepolisian juga menyempatkan diri untuk menyapa para sopir truk pengangkut tabung gas yang tengah mengantre untuk pengisian.
Iptu Reza Ihyaul Itsnain menambahkan bahwa pesan-pesan kamtibmas disampaikan secara langsung kepada petugas pengisian dan para pengemudi. Mereka diingatkan untuk selalu waspada terhadap segala bentuk tindakan mencurigakan serta tetap mematuhi prosedur keselamatan kerja yang ketat di area SPBE guna menghindari kecelakaan yang fatal.












