Lombok Barat – Kepolisian Resor Lombok Barat terus berkomitmen menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui langkah-langkah preventif yang humanis. Pada Kamis malam, 14 Mei 2026, personel Sat Samapta Polres Lombok Barat melaksanakan patroli kewilayahan guna memastikan situasi di pemukiman penduduk tetap kondusif, sekaligus memperkenalkan terobosan kreatif dalam pelayanan publik kepada masyarakat luas.
Patroli Preventif di Kawasan Banyumulek
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 22.30 WITA ini menyasar sejumlah titik strategis di Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Pemilihan waktu malam hari dinilai krusial karena merupakan jam rawan terjadinya potensi tindak kriminalitas seperti pencurian maupun gangguan ketertiban lainnya. Personel Unit Patroli Samapta menyisir lorong desa hingga menyambangi titik-titik kumpul warga untuk memastikan kehadiran negara di tengah masyarakat.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Samapta, Iptu Reza Ihyaul Itsnain, S.H., M.H., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polri dalam memberikan rasa aman kepada warga. Menurutnya, pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah terjadinya tindak pidana.
“Kami mengedepankan tindakan preventif dengan melakukan patroli di jam-jam rawan. Tujuannya jelas, yakni mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan dan memberikan ketenangan bagi warga yang sedang beristirahat maupun yang masih beraktivitas di malam hari,” ujar Iptu Reza Ihyaul Itsnain saat memberikan keterangan resmi terkait kegiatan tersebut.
Memperkuat Sinergi Melalui Komunikasi Dialogis di Pos Kamling
Tidak sekadar berkeliling menggunakan kendaraan dinas, personel Sat Samapta juga mengedepankan pendekatan dialogis. Di Desa Banyumulek, petugas berhenti di sejumlah Pos Keamanan Lingkungan (Pos Kamling) untuk berinteraksi langsung dengan warga yang sedang melaksanakan ronda malam. Dalam dialog tersebut, petugas memberikan edukasi mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kejahatan konvensional seperti Curat, Curas, dan Curanmor (3C).
Komunikasi dua arah ini bertujuan untuk membangun kemitraan yang kuat antara kepolisian dan masyarakat. Petugas mengajak warga untuk tidak ragu melaporkan setiap aktivitas mencurigakan yang terjadi di lingkungan mereka. Partisipasi aktif masyarakat dianggap sebagai kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang benar-benar aman dan kondusif.
Iptu Reza Ihyaul Itsnain menambahkan bahwa peran serta warga dalam menjaga keamanan lingkungan sangatlah vital. Kehadiran polisi di lapangan diharapkan mampu memotivasi warga untuk lebih giat dalam mengaktifkan siskamling di wilayah masing-masing sebagai benteng pertahanan pertama keamanan lingkungan.












