Binkam

Peresean Lombok Barat, Pengamanan Ketat Polisi Pastikan Arena Tetap Kondusif

×

Peresean Lombok Barat, Pengamanan Ketat Polisi Pastikan Arena Tetap Kondusif

Sebarkan artikel ini
Laga Sengit Pepadu Se-Lombok di Arena Peresean

Gerug, Lombok Barat – Masyarakat Kabupaten Lombok Barat kembali disuguhkan atraksi budaya yang memukau lewat Pagelaran Seni Budaya Peresean “Belage Bepadu Angoh”. Acara yang mengusung tema mendalam “Belet Petatu Saling Kemos” ini sukses menyedot perhatian ratusan warga yang memadati Kolosium Taman Kota Giri Menang Gerung, Kelurahan Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Untuk memastikan jalannya acara tradisional ini berlangsung tertib, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Gerung melakukan monitoring dan pengamanan ketat sejak awal hingga berakhirnya acara.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu malam ini diinisiasi oleh Komunitas Pemerhati Budaya Peresean yang bekerja sama secara sinergis dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat. Kolaborasi ini bertujuan untuk terus menghidupkan dan melestarikan warisan leluhur suku Sasak di tengah gempuran modernisasi, sekaligus menjadi magnet pariwisata daerah yang berbasis pada kearifan lokal.

Komitmen Polsek Gerung Jaga Kondusifitas Acara Budaya

Demi mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polsek Gerung menerjunkan personel terbaiknya ke lokasi acara. Pengamanan ini dipimpin dan diawasi langsung oleh Kapolsek Gerung dengan melibatkan berbagai unit fungsi, mulai dari Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), provost, hingga Unit Intelkam. Kehadiran polisi di tengah kerumunan massa terbukti efektif memberikan rasa aman, baik bagi para penonton maupun para pepadu (petarung) yang berlaga.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Gerung, AKP Lale Dewi Lungit Tanauran, menegaskan bahwa kehadiran pihak kepolisian dalam agenda ini merupakan wujud pelayanan prima untuk mendukung kelancaran kegiatan kemasyarakatan dan pelestarian budaya lokal.

“Kami memastikan seluruh rangkaian pagelaran Peresean ini berjalan dalam koridor yang aman. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, oleh karena itu personel kami tempatkan di titik-titik strategis sekitar Kolosium untuk menjaga situasi tetap kondusif, sehingga esensi dari nilai budaya dan sportivitas yang diusung tetap terjaga dengan baik,” ujar AKP Lale Dewi Lungit Tanauran saat dikonfirmasi di lokasi kegiatan.

Ketatnya Pertandingan dan Semangat Sportivitas Para Pepadu

Pagelaran malam itu diawali dengan riuh tepuk tangan penonton saat empat pertandingan partai eksibisi dibuka sebagai pemanasan. Setelah itu, atmosfer kolosium semakin memanas ketika memasuki partai inti yang menampilkan laga-laga sengit dari para pepadu tangguh perwakilan paguyuban ternama se-Pulau Lombok. Sebanyak lima partai utama tersaji malam itu, di antaranya mempertemukan Demung Wire melawan Roda Gila, Kamandak menghadapi Ijo Rungkang, Putra Utara bersua Pangeran Rinjani, Putra Satria melawan Putra Lingsar, serta laga penutup yang sangat dinantikan antara Joker Rungkang kontra Ken Arok.

Secara teknis, jalannya pertarungan seni ketangkasan ini dipimpin oleh tiga orang pekembar atau wasit adat, yang terbagi atas satu pekembar tengah dan dua pekembar pinggir. Tugas pekembar pinggir adalah menunjuk dan memilih pepadu dari paguyuban yang hadir yang dinilai siap untuk bertanding secara adil.

Setiap pepadu yang memasuki arena tampil gagah dengan atribut lengkap khas Sasak, mulai dari sapuk atau ikat kepala, kain ikat pinggang, hingga memegang penjalin (senjata rotan) sepanjang kurang lebih satu meter serta ende atau perisai pelindung yang terbuat dari kulit lembu atau kerbau. Diiringi oleh hentakan musik tradisional Sasak yang bertempo cepat, pertandingan berlangsung ketat selama empat ronde. Kendati kedua petarung saling serang di dalam arena baku hantam, prinsip sportivitas dan rasa persaudaraan yang tinggi tetap diutamakan sesuai makna tema kegiatan, yakni saling tersenyum meski dalam kompetisi.

Seluruh rangkaian pagelaran seni budaya Peresean ini berakhir pada pukul 22.00 Wita. Berkat pengamanan yang terukur dan kesadaran tinggi dari seluruh penonton serta panitia, acara dapat rampung dalam keadaan yang aman, lancar, dan sangat kondusif tanpa ada gesekan sedikit pun.