LOMBOK BARAT — Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Lombok Barat terus berkomitmen untuk menekan angka kecelakaan. Mereka juga terus berusaha meningkatkan kesadaran berkendara di wilayah hukumnya. Langkah nyata ini diwujudkan melalui program edukatif humanis bertajuk “Polantas Menyapa”. Program tersebut kali ini menyasar para pekerja sektor ekspedisi yang memiliki mobilitas tinggi di jalan raya. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk mensosialisasikan persiapan Operasi Patuh 2026 kepada masyarakat luas.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Sat. Lantas Polres Lombok Barat tersebut digelar pada Kamis (04/06/2026). Dimulai sejak pukul 09.30 WITA hingga selesai, personel kepolisian menyambangi Kantor J&T Express. Kantor tersebut berlokasi di Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.
Kehadiran para personel Polantas ini disambut hangat oleh manajemen serta puluhan kurir yang tengah bersiap melakukan pengantaran paket. Mengingat profesi kurir sangat bergantung pada intensitas berkendara di jalanan setiap harinya, edukasi mengenai keselamatan berkendara dinilai menjadi hal yang sangat krusial.
Edukasi Kamseltibcar Lantas bagi Profesi Kurir
Dalam kesempatan tersebut, personel Unit Kamsel memberikan Pendidikan Masyarakat Lalu Lintas (Dikmas Lantas). Edukasi difokuskan pada pentingnya menjaga Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcar Lantas). Petugas mengingatkan agar para kurir tidak mengabaikan keselamatan demi mengejar target pengantaran barang. Pemahaman ini sangat penting sebagai bagian dari persiapan menghadapi Operasi Patuh 2026 yang akan datang.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Lantas, Iptu Anton Prasetya Wijaya, S.Tr.K., S.I.K., M.H., menjelaskan sebuah hal penting. Beliau menegaskan bahwa para kurir merupakan salah satu pilar penting dalam pergerakan ekonomi saat ini. Namun, keselamatan mereka di jalan raya tetap menjadi prioritas utama yang tidak boleh ditawar.
“Kami hadir langsung di tengah-tengah para kurir untuk memberikan edukasi secara persuasif. Mengingat mereka menghabiskan sebagian besar waktu kerjanya di jalan raya, potensi risiko tentu lebih tinggi. Oleh karena itu, kami menekankan pentingnya selalu tertib berlalu lintas. Kami juga meminta mereka mengutamakan keselamatan sebagai kebutuhan utama,” ujar Iptu Anton Prasetya Wijaya.
Lebih lanjut, petugas di lapangan juga memberikan penekanan khusus mengenai penggunaan helm berstandar Standar Nasional Indonesia (SNI). Penggunaan helm yang benar dan dikancingkan dengan sempurna merupakan pelindung kepala paling efektif. Hal ini berguna untuk meminimalisir fatalitas cedera apabila terjadi kecelakaan lalu lintas.













