Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia, Fahri Hamzah, meresmikan Program Penataan Pemukiman Kumuh Terpadu (PPKT) Kawasan Dorokarama II Segmen I yang berlokasi di Desa Soro, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu, Senin (15/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.30 Wita tersebut dihadiri oleh Bupati Dompu Bambang Firdaus, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., Ketua DPRD Kabupaten Dompu Ir. Muttakun beserta anggota DPRD, unsur Forkopimda Kabupaten Dompu, para kepala OPD, unsur Muspika Kecamatan Kempo, para kepala desa se-Kecamatan Kempo, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat penerima manfaat program.
Dalam sambutannya, Bupati Dompu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, yang telah memberikan kepercayaan kepada Kabupaten Dompu sebagai lokasi pelaksanaan Program PPKT.
“Program ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir, khususnya para nelayan. Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan sekitar 8,7 hektare dan pembangunan tahap awal telah dilaksanakan di area seluas 2,8 hektare. Kami berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus terjalin untuk mendukung berbagai program pembangunan yang berpihak kepada masyarakat,” ujar Bupati Dompu.
Sementara itu, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari transformasi pembangunan nasional yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat pesisir.
Menurutnya, kawasan pesisir memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui sektor perikanan, sehingga perlu didukung dengan lingkungan hunian yang sehat, layak, dan berkelanjutan.
“Pembangunan kawasan permukiman ini merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Anak-anak di desa harus mendapatkan kesempatan pendidikan dan kualitas hidup yang sama dengan anak-anak di perkotaan. Oleh karena itu, pembangunan kawasan pesisir harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan,” ungkap Fahri Hamzah.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung berbagai program transformasi nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, termasuk menjaga kebersihan lingkungan pesisir dan laut sebagai modal utama pembangunan sektor maritim menuju Indonesia Emas 2045.
Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan peresmian Program PPKT melalui pengguntingan pita dan peninjauan langsung lokasi pembangunan kawasan permukiman terpadu oleh Wakil Menteri bersama rombongan.











